• Home
  • Kesehatan
  • Pemko Dumai Lawan Covid-19 Melalui 3T dan Masyarakat 3M

Pemko Dumai Lawan Covid-19 Melalui 3T dan Masyarakat 3M

Hadi Pramono Minggu, 04 Oktober 2020 11:15 WIB
DUMAI - Guna memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19, Pemerintah Kota Dumai melakukan active case finding dan contact tracing.

Maka dari itu Pemerintah Kota Dumai dan masyarakat harus bekerja sama dalam menangani pandemi Covid-19. Demikian disampaikan Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai, Zulkifli AS.

"Pemerintah atau regulator menjalankan program 3T yakni testing, tracing, dan treatment. Sementara kita semua melaksanakan memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan atau 3M," ujarnya.

Lebih lanjut, testing atau pengujian secara masif dilakukan pemerintah agar lebih banyak orang diketahui status risikonya terhadap Covid-19. 

Kemudian, dilanjutkan dengan tracing atau pelacakan kasus agar lebih banyak orang yang kemungkinan terpapar dapat ditemukan lebih cepat.

Sedangkan treatment dilakukan kepada pasien positif dengan pola perawatan serta penyembuhan yang telah disiapkan. 

Orang nomor satu di Kota Dumai ini juga mengajak semua elemen masyarakat kompak dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Pemerintah 3T dan kita semua masyarakat 3M. Pasti kasus covid-19 di Kota Dumai mampu menurun dan masyarakat bisa hidup sehat," katanya.

Pemko Dumai Gelar Tes Swab Massal

Pemerintah Kota Dumai melalui Gugus Tugas Covid-19 Kota Dumai dan Dinas Kesehatan Kota Dumai menggelar tes swab massal untuk melakukan tracing Covid-19. Tes swab dipusatkan di depan kantor Gugus Tugas Covid-19 Jalan HR Subrantas Kota Dumai.
"Tes swab massal kita laksanakan di halaman kantor gugus tugas Covid-19 Jalan HR Subrantas," kata Koordinator Bidang Deteksi, Gugus Tugas Covid-19 Kota Dumai, Nurbaiti yang juga Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Dumai.

Dijelaskannya, tes swab yang dilaksanakan Pemerintah Kota Dumai gratis untuk umum khususnya bagi warga yang merasa pernah kontak dengan pasien positif virus corona, merasa sakit dan baru pulang dari daerah zona merah.

"Tes dilakukan dengan pengambilan cairan dahak (Sputum), yang mana hasil Sputum ini lebih akurat dibandingkan rapid test. Tujuannya untuk mendeteksi dini atau tracing Covid-19 di Dumai," katanya.

Dengan tes swab, bisa lebih cepat mengetahui apakah orang tersebut bergejala atau tidak. Jika bergejala, lebih cepat diketahui lebih baik sebab dapat dilakukan tindak lanjut untuk penyembuhan sehingga tidak menularkan ke orang lain.

"Gugus Tugas Covid-19 menurunkan 12 tim medis dari Puskesmas Jayamukti dan Puskesmas Medang Kampai. Saat mengambil sampel, tim medis menggunakan APD lengkap guna mencegah penularan," katanya.

Setelah diambil sampel, Tim Gugus mengirim ke laboratorium Biomolukuler RSUD Arifin Achmad dan dikirim ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Batam.

Data tambahan, kasus Covid-19 di Dumai mengalami peningkatan. Kamis (1/10/20) lalu pasien positif covid-19 sebanyak 822 kasus dengan rincian isolasi mandiri 458 orang, dirawat di RS 26 orang, pasien sembuh 321 orang, meninggal dunia 17 orang.
Tags Cuci TanganJaga JarakPakai MaskerPemko DumaiVirus CoronaVirus Covid-19Virus Covid 19
Komentar