• Home
  • Lingkungan
  • Akibat Kabut Asap, Jarak Pandang Hanya 50 Meter di Dumai

Akibat Kabut Asap, Jarak Pandang Hanya 50 Meter di Dumai

Rabu, 19 Februari 2014 09:53 WIB

DUMAI - Kabut asap akibat Karhutla di Dumai makin tebal. Jarak pandang pagi ini, Rabu (19/2/2014) hanya berkisar 50 meter saja dan sejumlah warga pengendara sepeda motor harus menghidupkan lampu tembak untuk menghidari kecelakaan akibat tebalnya kabut asap. 

Laporan dari Kantor Lingkungan Hidup (KLH) kualitas udara masih berada direntang 101- 199 ISPU dan membahayakan kesehatan. Untuk mencegah ISPA dan penyakit pernafasan lain yang dapat timbul akibat kabut asap Karhutla, Pemerintah melalui Dinas Kesehatan dan KLH Kota Dumai, membagi-bagikan masker kepada masyarakat yang melintas menggunakan kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

Masker juga dibagi-bagikan kepada pedagang dan pembeli yang berjualan di pasar bunda sri mersing jalan ombak. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, H. Marjoko Santoso kepada sejumlah wartawan dilokasi.

"Pembagian masker gratis tidak terfokus disatu tempat tetapi menyebar ke pusat-pusat keramaian seperti dipersimpangan lampu merah dan dibagikan kepada masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua dan pejalan kaki," terangnya.

Marjoko menghimbau warga untuk mengurangi aktifitas diluar rumah, menutup pintu dan cendela rumah untuk mencegah masuknya asap kedalam rumah atau menggunakan masker saat keluar rumah agar kabut asap Karhutla tidak terserap kedalam saluran pernapasan untuk menghindari ISPA dan penyakit lainnya. 

Ditempat terpisah, Kepala KLH Dumai, Basri mengatakan bahwa pihaknya terus memasang alat minivol airmetrics dibeberapa titik untuk mengukur kualitas udara di Dumai.

"Kualitas udara hari ini belum dapat diukur karna alat masih bekerja. Namun hingga pagi kemarin kualitas udara berada di rentang 101- 199 berdasarkan Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) yang dihitung menggunakan alat minivol airmetrics," tegasnya.

Menurut Basri, level tersebut termasuk kategori tidak sehat, artinya tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Meggy Alfajri, seorang pengendara sepeda motor kepada riauterkinicom mengungkapkan, ketebalan kabut asap kian parah menyelimuti wilayah Kota Dumai. Jarak pandang kedepan hanya 50 meter dan itu terjadi mulai 07.00 WIB dan berangsur memulih sekitar pukul 09.00 WIB.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar