- Home
- Lingkungan
- BNPB Minta Kemenhut Aktif Padamkan Kebakaran Riau
BNPB Minta Kemenhut Aktif Padamkan Kebakaran Riau
Minggu, 02 Maret 2014 15:14 WIB
PEKANBARU - Direktur Bantuan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Harmensyah meminta Kementerian Kehutanan lebih aktif dalam membantu penanggulangan kebakaran dan asap yang berasal dari kawasan kehutanan.
"Yang punya areal harus ikut tanggung jawab dalam kondisi darurat di Riau. Sekarang buktinya Kementerian Kehutanan maupun jajarannya tidak mau terbuka kalau ada kawasan hutan dan konsesi perusahaan kehutanan yang terbakar," kata Harmensyah.
Keterbukaan dari Kementerian Kehutanan akan sangat penting untuk proses pemadaman dan penegakan hukum jika berada di kawasan konsesi perusahaan.
Satgas tanpa bantuan Kemenhut akhirnya mendapatkan sumber titik api berada di kawasan konservasi dan perusahaan HTI dari pemotretan menggunakan pesawat tempur Skuadron 12 Lanud Roesmin Nurjadin, dan dicek ulang oleh tim ahli dari BNPB dan Dinas Kehutanan Riau.
Menurut dia, plotting 43 titik api hasil survei Satgas udara di peta Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) menunjukkan sebanyak 25 titik di area "open access", dan tiga titik di Cagar Biosfir Giam Siak Kecil.
Selain itu, 15 titik api juga terdapat di area konsesi hutan tanaman industri (HTI).
Ia menjelaskan, area "open access" merupakan area hutan yang belum diberikan hak pengeloaannya ke pihak manapun. Area tersebut dahulu merupakan milik perusahaan pemegang izin Hak Pengusahaan Hutan (HPH), tapi karena habis masa pengelolaanya, maka dikembalikan ke negara dan kini di bawah pengelolaan Kemenhut.
"Hasil ini mengindikasikan bahwa mayoritas kebakaran hutan berasal dari areal open access dan cagar biosfir karena masyarakat membuka lahan dengan pembakaran. Area tersebut berada di bawah pengelolaan Kemenhut," katanya.
Ironisnya, upaya Satgas untuk melakukan pemadaman di cagar biosfer menggunakan helikopter bom air gagal akibat asap terlalu pekat menurunkan jarak pandang di bawah batas aman 1.000 meter. Jarak pandang di Pekanbaru tercatat di bawah 800 meter, Kabupaten Pelalawan 450 meter dan Bengkalis kurang dari 100 meter.
Berdasarkan data BMKG di Posko Tanggap Darurat Asap Riau di Lanud Roesmin Nurjadi, Pekanbaru, jumlah titik panas kini mencapai 963 titik di sejumlah wilayah Riau, khususnya di Kabupaten Bengkalis. Jumlah tersebut meningkat dari hari sebelumnya, yakni 359 titik.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

