- Home
- Lingkungan
- Bencana Banjir Jadi Ancaman Serius Warga di Rohul
Bencana Banjir Jadi Ancaman Serius Warga di Rohul
Senin, 22 Desember 2014 09:56 WIB
ROKAN HULU : Banjir ternyata masih tetap mengintai sejumlah kawasan di Kabupaten Rokan Hulu. Kali ini, banjir disebabkan guyuran hujan yang terus turun sejak beberapa hari belakangan.
Hal ini mengakibatkan arus Sungai Batang Lubuh meluap dan merendam beberapa kecamatan di Negeri Seribu Suluk tersebut.
Selain ibukota Rohul Pasir Pengaraian, banjir juga merendam kawasan lain seperti Kecamatan Rambah, Kepenuhan, Rambah Hilir dan beberapa daerah lainnya.
Air Sungai Batang Lubuh mulai meluap pada Minggu (21/12) sekitar pukul 03.00 WIB dan hingga siang kemarin air masih terus meluap. Ratusan rumah penduduk pun tergenang air.
Dari pantauan lapangan, Ibukota Rohul, Kota Pasir Pengaraian, juga ikut terendam akibat meluapnya air sungai yang juga dikenal dengan Sungai Rokan Kanan itu.
Sejumlah ruas jalan utama di kota itu tampak terendam. Kondisi itu dimanfaatkan anak-anak untuk bermain-main di tengah permukaan air yang terus meninggi.
Menurut penuturan warga, air Sungai Batang Lubuh mulai meluap sekitar pukul 03.00 WIB. Hingga pagi harinya, kedalaman air yang menggenangi rumah penduduk sudah menjadi 1 meter. Bahkan air yang merendam ruas jalan di Ibukota Pasir Pengaraian hampir mencapai setengah meter.
Salah satu kawasan yang mengalami banjir cukup parah adalah Desa Babussalam, Kecamatan Rambah. Daerah ini selalu diterjang menjadi langganan jika banjir terjadi.
Menurut penuturan warga, banjir kali ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi terhitung sejak November lalu. Setiap kali banjir terjadi, warga lebih memilih bertahan di rumah daripada mengungsi. Itu dilakukan karena sebagian rumah penduduk didaerah ini memiliki konstruksi bangunan berlantai dua.
"Kalau banjir kita tidak kaget lagi karena sudah jadi langganan setiap tahunnya. Justru itu rumah di sini hampir semuanya berlantai dua, agar ketika banjir warga bisa bertahan di rumah. Lagi pula, biasanya setiap kali banjir, paling lama 5 jam sudah surut. Namun yang menjadi persoalan bagi kami, bila banjir kami tidak bisa bekerja," tutur Syafrudin (36), warga Desa Babussalam.
Dari pantauan lapangan, meski banjir telah menggenangi sejumlah ruas jalan, namun hal itu tidak membuat terjadinya antrean panjang kendaraan.
Hal itu disebabkan sudah ada jalan alternatif yakni jalan lingkar Pasir Pengaraian. Namun tak jarang di antara pengemudi kendaraan ada juga yang nekat menerobos banjir. Akibatnya, kendaraan yang gunakan langsung mogok.
Selain itu, banjir yang menggenangi ruas jalan protokol di Pasir Pengaraian, ternyata dimanfaatkan para bocah untuk bermain-main, tanpa mempedulikan keselamatan mereka dari ancaman banjir dan kendaraan yang melintas. Sedangkan sebagian warga lainnya ada yang memanfaatkan banjir dengan mencuci kendaraan mereka.
Tidak hanya di Kota Pasir Pengaraian, kondisi serupa juga terjadi di daerah lain seperti Desa Kasimang dan Ulak Patian, Pasir Pandak dan Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Kepenuhan.
Seperti dituturkan Ismail Hamkaz, warga Kepenuhan, saat ini warga di kawasan itu mulai resah karena banjir yang datang secara tiba-tiba. Akibat banjir ini kondisi ekonomi masyarakat saat ini mulai melemah karena banjir secara terus menerus melanda.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rohul, Aceng Herdiana, mengatakan pihaknya belum bisa memberikan gambaran detail terkait banjir yang saat ini terjadi.
"Saya saya sedang di Jakarta, mengurus bantuan sembako. Namun yang jelas, informasi yang saya dapat, banjir naik sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi," terangnya.
(rmc/rdk/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026
-
Lingkungan
Bupati Rokan Hilir Berjanji Tuntaskan Persoalan Banjir Bagansiapiapi
-
Lingkungan
Antisipasi Banjir Lewat Normalisasi Sungai Dumai
-
Lingkungan
Hujan Lebat Bikin Ribuan Rumah Warga Pekanbaru Terendam Banjir
-
Lingkungan
Dinas PUPR Dumai Normalisasi Drainase Tersumbat Sampah
-
Sosial
Masyarakat Kecewa, Presiden Jokowi tak Kunjungi Korban Banjir di Riau

