Beruang Madu di Rohul Sering Menampakkan Diri

Jumat, 15 Mei 2015 21:01 WIB
ROKAN HULU - Kawanan beruang madu masih sering menampakkan diri di dekat pemukiman warga Rokan Hulu (Rohul). Keberadaan hewan dilindungi negara masih meresahkan, terutama bagi petani perkebunan. Karena, beruang sering muncul tiba-tiba di saat warga sedang beraktivitas di kebun mereka.

Sebelumnya, kawanan beruang madu yang memasuki areal perkebunan warga Desa menaming, Kecamatan Rambah, sempat dihalau ke kawasan hutan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Rohul dibantu pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau.

Namun, kawanan beruang tersebut tidak benar-benar kembali ke habitatnya, meski satu di antaranya mati dibunuh warga. Kawanan hewan liar berbulu hitam bermoncong putih tersebut masih sering menampakkan diri dekat pemukiman warga di desa lain hingga saat ini.

Seperti terjadi di semak belukar di Desa Langkitin, Kecamatan Rambahsamo. Secara tak sengaja, seekor beruang madu ditemukan telah mati kena jerat babi yang dipasang warga pada Ahad (10/5/15) lalu.

Bagian tubuh beruang hilang diduga diambil oknum warga, seperti taring, kuku, dan empedunya. Kematian beruang madu di Langkitin tersebut, kini masih dalam proses penyelidikan pihak Polsek Rambahsamo.

Beberapa waktu lalu, beruang madu kembali menampakkan diri di Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah. Hewan liar itu dilihat sejumlah warga di salah satu kebun karet, saat mereka akan pergi mandi ke irigasi yang ada di obyek wisata Bendungan Cipogas.

Sementara, Kepala Dinas kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul, Sri Hardono, melalui Kabid Pengamanan dan Perlindungan Hutan Dishutbun Muhammad Yusuf Hasibuan mengakui pihaknya belum menerima informasi dari warga, bahwa ada beruang madu ke Desa Sialang Jaya.

Meski demikian, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu, apakah beruang madu kembali masuk ke areal perkebunan, di dekat pemukiman warga.

Jik beruang sudah meresahkan, diakui Yusuf, Dishutbun Rohul akan berkoordinasi dengan pihak BKSDA Riau, untuk melakukan penangkapan atau menghalaunya, agar kembali ke habitatnya.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar