• Home
  • Lingkungan
  • Chevron Terjunkan 320 Personel Padamkan 2.038 Titik Karhutla

Chevron Terjunkan 320 Personel Padamkan 2.038 Titik Karhutla

Minggu, 16 Maret 2014 13:06 WIB

PEKANBARU - Pihak Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) telah mengerahkan 320 personel untuk memadamkan 2.038 titik kebakaran lahan yang terjadi di berbagai wilayah kabupaten/kota Provinsi Riau.

"Kami bekerjasama dengan pemerintah setempat mengendalikan situasi dengan mengirim regu-regu pemadam kebakaran ke berbagai lokasi kebakaran di sekitar daerah operasi, mengirimkan informasi tentang mutu udara, dan membagikan masker kepada mereka yang membutuhkan," kata Manager Communication Sumatra Chevron, Tiva Permata kepada pers lewat pesan elektronik yang diterima, Minggu siang (16/3/2014).

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), dampak pembakaran lahan dan hutan di wilayah Riau makin meluas, hampir keseluruhan wilayah di Riau dan Sumatera Barat tertutup kabut oleh kabut asap yang juga merambat ke Sumatra Utara. 

Bandara di tiga provinsi ini sempat limpuh karena jarak pandang tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan.  "Penanggulangan kebakaran ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya Pemprov Riau, BNPB, TNI, Kepolisian, tetapi juga perusahaan SKK Migas-PT Chevron Pacific Indonesia tidak tinggal diam untuk mengatasi bencana asap ini," kata Tiva.

Berdasarkan data dari tim pemadam kebakaran Chevron, sejak Februari 2014 hingga saat ini, tim telah berhasil memadamkan 668 area kebakaran, 349 diantaranya merupakan kebakaran lahan gambut yang sulit dipadamkan.

SKKMigas-Chevron kata dia telah mengerahkan 320 personel untuk memadamkan 2,038 titik api tersebut. "Selain turun langsung untuk memadamkan kebakaran, SKK Migas-Chevron memasok bahan bakar (avtur) helikopter yang digunakan BNPB untuk memadamkan kebakaran di wilayah Riau. Pada Maret ini, CPI telah memberikan suplai sebanyak 3.384 liter avtur kepada BNPB," lanjut kata Tiva.

Di samping membantu memadamkan kebakaran, SKK Migas-Chevron juga terus berusaha mengatasi dampak situasi ini terhadap kelancaran operasi.  "Kami tetap berkomitmen untuk melaksanakan rencana kerja produksi yang sudah disepakati dengan pemerintah," katanya.

SKK Migas-Chevron menurut dia juga telah membagikan ribuan masker ke sekolah-sekolah di sekitar daerah operasi, terakhir pada Jumat (14/3), perusahaan telah membagikan 1.960 masker jenis N95 (sesuai standar keselamatan dan kesehatan) kepada pelajar di Kota Dumai.

Lurah Bukit Timah, Hendra Irawan yang menerima bantuan itu menyatakan terimakasih atas perhatian Chevron terhadap bahaya kabut asap. "Masker yang diberikan sangat membantu guru-guru dan anak-anak untuk mencegah bahaya kabut asap," kata dia. 

Sebelumnya pada Kamis (13/3), Chevron telah membagikan 1.300 masker kepada pelajar di Libo, Kabupaten Rokan Hulu. "Bantuan masker ini juga diberikan ke sekolah-sekolah di wilayah Duri, Minas, Bangko dan Rumbai," kata dia lagi.

Secara internal, kata Tiva, Chevron telah melakukan berbagai tindakan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan karyawannya, termasuk rencana relokasi bagi mereka yang paling rentan terhadap kondisi ini, misalnya bayi baru lahir, ibu hamil, anak-anak balita, maupun orang dengan riwayat penyakit paru-paru atau penyakit jantung. "Mereka akan direlokasi ke tempat-tempat yang udaranya lebih sehat," kata dia.***(rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar