• Home
  • Lingkungan
  • Didampingi Wabup Meranti, Anggota DPD RI Bawa Pejabat Kementerian Tinjau Abrasi

Didampingi Wabup Meranti, Anggota DPD RI Bawa Pejabat Kementerian Tinjau Abrasi

Sabtu, 12 November 2016 13:06 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil Riau, Instiawati Ayus dan pejabat dari empat kementerian bersama Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim meninjau lokasi parahnya abarasi di Pulau Rangsang.
MERANTI - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil Riau, Instiawati Ayus dan pejabat dari empat kementerian bersama Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim meninjau lokasi parahnya abarasi di Pulau Rangsang.

Mereka melihat secara langsung abrasi yang mengikis daratan Desa Bungur, Desa Tenggayun Raya, Desa Telesung, Desa Sonde, dan Desa Tanjung Kedabu, yang selama ini dicemaskan oleh masyarakat yang tinggal di daerah itu.

Kunjungan Instiawati dan rombongan ini juga dalam rangka reses untuk menyerap aspirasi kebutuhan pembangunan dari masyarakat. Mereka pun mendapat penjelasan tentang tujuh titik pantai yang mengalami abrasi parah.

Adapun ketujuh titik pantai itu adalah pantai Kuala Parit Desa Bungur, Pantai Desa Tanjung Kedabu, Pantai Desa Telesung, Pantai Desa Sonde, Pantai Desa Tenggayun Raya, Pantai Desa Tanah Merah dan Pantai Desa Sonde. 

"Keseluruhan desa tersebut berada di Kecamatan Rangsang Pesisir. Untuk pantai Kuala Parit Bungur ini kami perkirakan abrasi mencapai 15 meter per tahun," ungkap Jamaludin, warga setempat kepada rombongan.

Sementara di Desa Tenggayun, tingkat abrasi diperkirakan mengikis sekitar 10 meter daratan per tahun. Abrasi paling parah terjadi saat angin utara yang mengakibatkan ombat tinggi Selat Melaka menghantam pantai desa tersebut.

Melihat kondisi demikian, Instiawati mengatakan perlu dibentuk tim untuk mengatasi masalah abrasi. Dia meminta keseriusan Pemkab Meranti dan Pemprov Riau memperjuangkan penanganan abrasi ke Pemerintah Pusat.

"Saya kira kita harus segera membentuk tim guna memperjuangkan masalah ini ke pusat. Kita perlu serius baik Pemkab, Pemprov dan saya sendiri akan sekuat tenaga memperjuangkan ini ke pusat," tegasnya.

Dalam kunjungan ini turut serta Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim serta sejumlah kepala SKPD seperti Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kepulauan Meranti, Edy Afrizal. 

"Pulau Rangsang ini dalam proses penetapan sebagai kawasan tanggap abrasi. Surat Keputusan-nya sedang diproses dan itu berlaku satu tahun. Mudah-mudahan dengan peninjauan ini masalah abrasi teratasi," ungkap Edy Afrizal.

Sementara Wabup Said Hasyim berharap DPD RI bisa memaparkan masalah abrasi itu ke kementerian terkait di Pusat. Soalnya anggaran penanganan abrasi itu diperkirakan tidak sedikit jumlahnya.

Selain itu juga menyangkut perbatasan dengan negara tetangga yaitu Malaysia. Ditambahkannya, masyarakat yang tinggal di daerah ini sudah meulai mencemaskan kondisi abrasi yang semakin hari semakin mengkawatirkan.

"Sebenarnya ini sudah ranahnya pembangunan nasional sehingga perlu dibiayai APBN karena ini sangat prinsip sekali. Kita juga akan membentuk tim khusus memperjuangkan ini," kata Wabu Kepulauan Meranti. 

Wabup Meranti kembali berharap kepada keseriusan Pemerintah Pusat untuk segera mungkin menangani masalah abrasi dengan panjang total sudah mencapai 95 kilometer untuk di Pulau Rangsang saja. 

"Masalah abrasi ini tidak terjadi di Pulau Rangsang saja. Pulau-pulau lainnya juga mengalami abrasi seperti di Pulau Merbau dan Pulau Tebingtinggi, kondisinya juga sama-sama mengkawatirkan," papar Wabup Kepulauan Meranti.

(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Abrasi
Komentar