• Home
  • Lingkungan
  • Hari Peduli Sampah Nasional 2023, Ini Sejarah Lengkapnya

Hari Peduli Sampah Nasional 2023, Ini Sejarah Lengkapnya

Redaksi Rabu, 22 Februari 2023 10:07 WIB
RIAUHEADLINE.COM - Hari Peduli Sampah Nasional 2023 merupakan hari yang dirayakan di Indonesia setiap tahunnya pada tanggal 21 Februari. 

Hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola sampah dengan baik.

Pada Hari Peduli Sampah Nasional 2023, masyarakat di seluruh Indonesia diharapkan untuk melakukan aksi-aksi yang dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan meningkatkan kualitas lingkungan sekitar.

Aksi yang dapat dilakukan di antaranya adalah memilah sampah organik dan non-organik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta melakukan kampanye dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan pengelolaan sampah yang baik.

Selain itu, pada Hari Peduli Sampah Nasional 2023 juga diadakan berbagai kegiatan seperti senam bersama, jalan sehat, dan kegiatan-kegiatan yang mendukung gerakan peduli sampah.

Diharapkan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2023 ini, masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan melakukan pengelolaan sampah yang baik demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.

Sejarah Hari Peduli Sampah Nasional


Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) adalah hari nasional yang selalu diperingati setiap tanggal 21 Februari.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menjadikan tanggal 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional sejak tahun 2006. 

Peringatan HSPN sendiri dilatarbelakangi oleh sebuah peristiwa yang mencekam, yakni longsornya tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005. 

Ketika itu, sekitar pukul 02.00 WIB, sebuah ledakan keras diikuti dengan longsor sampah terjadi di TPA Leuwigajah.

Dalam peristiwa tersebut, gunungan sampah setinggi 60 meter dengan panjang 200 meter diduga goyah akibat guyuran hujan deras selama semalaman. 

Selain itu, ledakan gas metana dari dalam tumpukan sampah juga diduga menyebabkan munculnya suara ledakan. 

Dua hal tersebut membuat longsoran sampah menggulung dua permukiman yang berjarak sekitar 1 Km dari TPA Leuwigajah, yakni Kampung Cilimus dan Kampung Pojok. 

Akibat dari peristiwa tersebut, jutaan meter kubik sampah longsor, menimbun puluhan rumah, dan menewaskan 157 orang.

Tragedi longsornya tumpukan sampah di TPA Leuwigajah dipicu manajemen pengelolaan sampah yang buruk. Sebab, TPA Leuwigayah menggunakan sistem open dumping, artinya sampah dibuang dan ditumpuk begitu saja. 

Tanggal tragedi longsornya gunungan sampah di TPA Leuwigajah pada akhirnya menjadi tonggak sejarah lahirnya Hari Peduli Sampah Nasional. Kejadian itu menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak masuk ke lubang yang sama.

Dengan adanya Hari Peduli Sampah Nasional, ini diharapkan dapat mengingatkan semua pihak bahwa sampah merupakan persoalan yang harus menjadi perhatian utama. 

Upaya penanganan dan pengelolaan sampah harus melibatkan seluruh komponen masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, aktivis, komunitas, dunia usaha, dan individu.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hari Peduli Sampah NasionalHari Sampah NasionalSampahSejarahSejarah Hari Peduli Sampah NasionalSejarah Hari Sampah Nasional
Komentar