- Home
- Lingkungan
- Jalinsum Bagan Batu Macet Akibat Parkiran Pajak Lama
Pemerintah Setempat Dinilai Tutup Mata
Jalinsum Bagan Batu Macet Akibat Parkiran Pajak Lama
Selasa, 08 Oktober 2013 17:19 WIB
BAGANBATU, RIAUHEADLINE.COM- Tidak adanya itikad baik dari pemerintah dalam menanggulangi kemacetan yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera yang terletak di Bagan Batu Kota, menuai banyak protes dari semua pengguna jalan yang merasa resah akan adanya parkiran Pajak Lama yang memakan separuh dari badan jalan sehingga kemacetan setiap harinya terus terjadi.
Demikian diungkapkan Selamat (40) salah satu pengguna jalan ketika disambangi oleh wartawan, Selasa (8/10/13) ketika sedang berhenti dikarenakan kemacetan terjadi di depan Pajak Lama Bagan Batu. Menurutnya, parkiran yang memakan badan jalan itu tidak terlepas dari ulah para penjual atau pedagang yang turun ke pinggir jalan untuk menjajakan barang dagangannya itu.
"Makanya, tukang parkir tidak mempunyai banyak pilihan karena lahan parkirannya itu sudah diambil alih oleh para pedagang yang merasa barang dagangannya tidak laku terjual di tempat yang sudah disediakan. Pasalnya, tempat yang disediakan itu jarang pembeli memasuki areal yang kecil itu," kata Selamat.
Melihat hal seperti itu, kata Selamat lagi, seakan akan pemerintah setempat tidak menghiraukan keluhan masyarakat pengguna jalan. "Sebab, dari masyarakat mengeluhkan para pedagang turun kepinggir jalan dan bahkan hingga kini badan jalan sudah di pakai sebagai lahan parkir tidak ada antisipasi dari pemerintah setempat. Dan seakan akan mereka tutup mata dan tutup telinga, serta tidak mau ambil pusing terhadap kejadian kejadian yang telah terjadi didepan pajak lama itu," ujar selamat dengan nada emosi.
Ditempat yang berbeda, Br Silalahi salah satu pedagang di pajak tersebut mengatakan, dirinya dan para pedagang lainnya sengaja turun kepinggir jalan disebabkan pasar tersebut memiliki dua tempat dan disekat oleh dinding pemisah. Namun, lahan yang mereka tempati itu tidak sesuai dengan tempat yang disebelahnya itu, sehingga memicu niat padagang lain untuk turun kepinggir jalan.
"Kami hanya mau berjualan disini, karena disinilah tempat yang bagus untuk berjualan. Kalaupun nantinya kami diminta kedalam, kami juga wajib minta sama pemerintah untuk melakukan pembicaran dengan dua pemilik pajak, biar barang dagangan kami juga dapat terjual. Karena yang kami jual ini barang mudah layu dan membusuk, kalau tidak terjual kami mau dapat apa? Sedangkan sewa kami bayar terusnya," seru Br Silalahi.***(Rahim)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

