- Home
- Lingkungan
- Laporan Telat, Picu Lambannya Penanganan Kahutla di Riau
Laporan Telat, Picu Lambannya Penanganan Kahutla di Riau
Rabu, 02 April 2014 12:11 WIB
PEKANBARU - Gubernur Riau Annas Maamun sebut, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi selama ini di Riau karena kurang tanggapnya aparatur daerah. Mulai dari kepala desa, hingga ke prangkat lebih tinggi. Seharusnya, begitu ada Karhutla, langsung dilaporkan untuk ditanggulangi sedini mungkin.
Gubernur mencontohkan, antara kepala desa dan lurah yang bertanggung jawab dengan wilayahnya, harusnya peka dengan segala persoalan yang terjadi, termasuk jika ada kebakaran lahan.
"Selama ini telat penanganan karena tidak ada laporan. Pemda harus melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar lebih memahami lagi dengan dampak dari kebakaran lahan," kata gubernur, pada acara Rakor Gubernur bersama Bupati/Walikota, Camat dan Koramil se Riau, di Gedung Daerah Rabu (3/4).
Karena itu, gubernur kembali mengingatkan agar seluruh pihak terutama kepala desa dan lurah sebagai ujung tombak di daerah, lebih intensip melihat apa yang terjadi di daerahnya.
Koordinasi bersama pihak terkait baik kepolisian, TNI hingga intansi yang langsung berkaitan dengan kebakaran lahan terus dilakukan.
Lebih lanjut, gubernur menyayangkan banyaknya kerugian yang harus ditanggung dari Karhutla. Mulai dari materi hingga dampak kesehatan yang tidak baik untuk manusia. Pereekonomian masyarakat juga terganggu.
"Yang kita sayangkan masyarakat tak sedikit kebunnya habis terkabar. Menurut pakar perkebunan, kerugian mencapai Rp7 triliun. Belum lagi masalah penyakit, Hampir semua kedai kopi dan rumah makan tutup, berapa kerugian, anak sekolah libur, pegawai juga libur," papar Gubernur.
Pada kesempatan ini, gubernur kembali menyatakan pengangkatan tenaga relawan setiap desanya 5 orang. Masing-masing akan diberi honor sebesar Rp300 ribu.
"Pengalaman saya jadi Bupati, kadang sudah terjadi 10 hari belum ada laporan. Inilah tugas lima petugas tersebut," ujar Gubri lagi.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Hari Pramuka ke-65, Logo dan Tema Resmi 2026
-
Politik
DPRD Riau Masuk Tahap Akhir Penanganan Parisman dan Indra Gunawan
-
Ekbis
BRK Syariah Didorong Jadi Mitra Perbankan Perusahaan di Riau
-
Pendidikan
Keracunan MBG di Dumai, 45 Siswa Dirawat
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda

