- Home
- Lingkungan
- Manajemen CV. BAL Menghilang, Perusahaan Terkontaminasi Limbah Berbahaya
Manajemen CV. BAL Menghilang, Perusahaan Terkontaminasi Limbah Berbahaya
Senin, 25 Juli 2016 08:40 WIB
DUMAI - Tim Kantor Lingkungan Hidup (KHL) Dumai melakukan verifikasi bersama Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau, Sabtu (23/7/2016) di areal CV Bumi Alam Lestari, Kawasan Pelintung, Kota Dumai.
Pasalnya areal perusahaan diduga terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Pencemaran ini terjadi karena aktifitas perusahaan yang menjadi pengumpul Minyak Kotor tanpa izin.
Informasi yang diterima wartawan, permukaan lahan perusahaan tersebut tampak menghitam. Sebab limbah Minyak Mentah ditimbun begitu saja di dalam tanah.
Sehingga saat ini tanah di kawasan perusahaan sudah terkontaminasi limbah B3. Maklum perusahaan sudah beroperasi selama tiga tahun.
"Kondisi tanah di lokasi perusahaan sudah menghitam. Ini disebabkan limbah Minyak Mentah dibuang begitu saja, tanpa proses pengolahan," ujar Koordinator Laboratorium KLH Dumai, Sri Ramadhani, Minggu (24/7).
Dijelaskannya, bahwa saat didatangi oleh tim gabungan lokasi tersebut sepi. Petugas hanya bisa melihat kondisi terkini areal perusahaan. Saat petugas melakukan pemeriksaan, mereka menemukan sebuah lembaran standar operasional prosedur.
Sri Ramadhani mengatakan bahwa manajemen CV. Bumi Alam Lestari di Dumai tidak diketahui keberadaannya. Sesuai keterangan pekerja pihak manajemen sudah pergi Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
"Saat ini pemilik perusahaan tidak berada di Dumai. Maka kita pun masih mengumpulkan informasi, perihal aktifitas perusahaan ini," ujarnya.
Lebih lanjut, kata Sri, tim akan menelusuri peran perusahaan tersebut. Baik peran perusahaan induk dan anak perusahaan pengelolah limbah ini. Terkait indikasi kesengajaan pengumpul membiarkan limbah minyak mentah ditimbun di tanah.
Bahkan rencananya tim akan melanjutkan kasur ini ke ranah penegakan hukum. Sebab ada dugaan unsur pembiaran pada limbah yang ada di areal perusahaan. "Ini akan ditindaklanjuti segera oleh tim," terang Sri.
(rdk/tpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Minyak CPO Diduga Milik IPB Tumpah ke Laut Dumai
-
Ekbis
Limbah Cair Sawit Berpotensi Mereduksi Emisi Gas Metana
-
Hukrim
Riuhnya Pemasangan Plang Stop Operasi Sementara PKS SIPP di Mandau
-
Lingkungan
Penyimpangan Pengelolaan Limbah Pertamina Dumai Harus Ditindaklanjuti
-
Lingkungan
Pertamina Dumai Lakukan Pengelolaan Limbah Masih Manual?
-
Sosial
Koperasi Hang Tuah Meranti Bakal Gelar Seminar Ekonomi Kerakyatan

