- Home
- Lingkungan
- Masyarakat Kesal, Dana PPIP Tidak Tepat Sasaran di Rohil
Masyarakat Kesal, Dana PPIP Tidak Tepat Sasaran di Rohil
Kamis, 02 Januari 2014 19:14 WIB
RIMBA MELINTANG - Dana Program Pembangunan Infrasektur Pedesaan (PPIP) yang di salurkan oleh Pemerintah Pusat di ke Kepenghuluaan Lenggadai Hilir, Kecamatan Rimbamelintang Kabupaten Rohil, tahun angaran 2013 sebanyak Rp 250 Juta tidak tepat sasaran.
Pasalnya, pembutan bodi jalan terletak di RT02 Dusun Enau sepanjang 600 meter asal-asal kerja. Sehingga, membuat masyarakat dan tokoh masyarakat marah dengan perkerjaan tersebut tidak sesuai dengan agaran yang ada.
Menurut warga dan tokoh masyarakat lenggadai hilir, angaran pembuatan bodi jalan itu sebanyak Rp 50 juta sepanjang 600 Meter, lebar 3 Meter.
Kekesalan masyarakat dan tokoh masyarakat ini, jalan yang menuju pertanian Lenggadai hilir, di kerjakan pakai alat berat (beko). Namun, hasil pengerjaanya tidak memuaskan, sebab bodi jalan yang di buat tipis timbunanya, dan tanah cangkulan tidak di ratakan.
Sehingga warga yang ingin melintasi di jalan tersebut merasa kesulitan. Baik itu mau pergi ke sawah dan mengeluarkan hasil buat sawit masyarakat.
warga lenggadai hilir, salim dan ucok dan Ifin merasa kesal, semenjak pembuatan bodi jalan tersebut. Sebagian sisi mereka sangat menukung pemangunan tersebut, tapi sesuai dengan angaranya. Akan tetapi, perkerjaan jalanya sangat parah, sehingga berjalan kaki sulit. "Sebelum di buat bodi jalan, warga bisa mengeluarkan hasil petani dan pergi dan pulang ke sawah. Dulunya, memang jalan ini kami menuju ke sawah, sekarang kami terpaksa mencari jalan lain. Jalan yang di bangun sia-sia," sebut dua warga ini kepada Posmetro rohil.
Seketaris OMS Lenggadai Hilir, Suryadi dan juga selaku ketua LPM dan sekaligus menjabat sebagai Guru Negeri di SDN005 Lenggadai Hilir saat di temui di Masjid Lenggadai Hilir, Senin (23/12) mengatakan. Ketika di tanyakan berapa angaran bantuan dari pusat tersebut ia menjelaskan.
"Dana bantuan dari program PPIP pusat, sebanyak RP250 juta untuk Kepenghuluan lenggadai Hilir, yang di kelola oleh OMS. Setelah sepakat dengan masyarakat, dana ini di bagikan beberapa jenis bangunan. salah satunya, pembuatan Air bersih sumur bor, dalam satu rumah ibadah mendapatkan bantuan sumur bor sebanyak Rp 40 juta. Jadi didesa lenggadai hilir, masola dapat empat dan satu masjid, jadi keseluruhan dananya Rp 200 juta untuk pembuatan air bersih tersebut. Untuk dana selebihnya di bangun jalan. Yang sudah selesai kerja," kata Suryadi ketua OMS sambil berkerja membuat tempat tampungan air di masjid.
Ketika ditanyakan ini program perkerjanya siapa saja. Ia menjawab, yang mengerjakanya masyarakat lah, maka dari itu terbentuk OMS (organisasi Masyarakat Setempat). Yang mengerjakan ini masyarakat setempat dan tidak boleh yang lain. Karena masyarakat lebih tahu bagus tidaknya bangunan tersebut.
Dalam tanya jawaban tersebut, kedua perkerja ini tidak menyadari kalau mereka sebagai Seketaris dan bandahara, seperti Suryadi Sebagai Seketaris OMS dan Nukman Sebagai bendahara dan menjabat di desa sebagai kepala Dusun, dan tidak satupun masyarakat terlibat berkerja dalam bantuan PPIP tersebut. Bahkan anak bendahara Nukman juga ikut berkerja.
Selanjutnya, Ketua OMS dan selaku RT di kepenghuluan Lenggadai Hilir, Sairin mengatakan.
semua jenis bangunan permintaan dari masyarakat. Menurut sepakat pertama adalah mau di bangun gedung TK, ternyata tidak ada program pemangunan gedung TK tersebut.
"Pada waktu itu, ada tiga pilihan, pembuatan air bersih dan membuat bodi jalan. Setelah itu, putuslah pembuatan air bersih dan bodi jalan tersebut. Dan kita sepakat, dan di bentuk OMS agar masyarakat yang mengerjakanya," kata Sering di kantor Penghulu lenggadai Hilir Senin (23/12) lalau.
Dilanjutkanya, Tentang pemangunan ini 10 persen perekerjanya menual. Jadi kemaren terbentuk jenis perkerjaan itu. Pembuatan bodi jalan dan jembatan itu sudah termasuk angaranya.
"Karena kurang pengalian tersebut, di alihkan kepada jembatan. Untuk pengecekan pengwas lapangan hampir tiap hari datang dari desa. Angaran dana dari pusat Rp250 juta, jadi dipotong menjadi Rp245 juta. Untuk pemangunan, air bersih dalam satu tempat Rp 40 juta dan sisianya untuk pemangunan jalan dan jembatan Rp 45 juta," katanya.
Melihat ada kejangalan, dalam pemangunan tersebut di temui pengawas lapangan Wagino di rumahnya, Selasa (24/12). Wagino menjelaskan, waktu alat berat masuk dirinya sakit dan belum melihat pembuatn bodi jalan tersebut. Menurut dia pemangunan jalan tersebut sekitar 600 meter. Korekan sekitar satu meter, dan bodi pasar tiga meter. "Untuk pemangunan jembatan saya tidak tahu angaranya berapa," katanya.
Ketika di beri tahukan dana untuk pemangunan jalan tersebut dari peryataan Seketaris OMS RP50 juta, sedangkan dari Ketua OMS sebanyak Rp 45 lima juta, dirinya menoleh hal itu tidak munkin.
"Kalau memang 45 juta pembuatan bodi jalan pasti sudah bagus jalan menuju persawahan tersebut, dan jembatan yang di bangun juga bagus tidak begitu bangunya. Kalau saya lihat timbunan jalanya sangat tipis, dan benar-benar tidak sesuai dengan angaran tersebut, kalau air pasang saja masih bisa naik ke atas. bahkan lama-kelamaan bisa hilang bodi jalan tersebut. Yang parahnya, jembatan di bangun semua papan berlobang, dan pengalang bawahnya batang kelapa, tak mukin dana segitu," jelasnya lagi.
Menurut dia, angaran itu turun 235 juta itu dari atasnya sudah di potong. Kalau ngak salah tiga kali cair dana tersebut. "Itu salah satu orang yang dari atas yang mengasi tahu kepada saya. Saya merasa heran kenapa dalam angaran ini ada berbeda-beda," cetusnya.
Dilanjutkanya, Sebenarnya, pemangunan ini rencana mau ke ssekolah TK. Tapi dana tersebut tidak boleh ke TK. Kalau serana bodi jalan bisa, untuk rehap saja ngk di kasi watu rapat tersebut.
Kemudian, ketika di tanyakan sebagai pengawasan lapangan berapa dana keluar untuk pembuatn bodi jalan menuju sawah, ia mengatakan, sama sekali belum tahun berapa dana angaran untuk membuat bodi jalan tersebut. Menegar angaran dana begitu besar, pembuatan bodi jalan dan jembatan kayu, ia menilai betul-betul tidak pas pemangunan tersebut.
"Kenapa saya katakan begitu, lihat jalan di buat tidak bisa dilalui masyarakat, kemduian galian sampai ke sawah masyarakat sehingga sulit di lalui masyarakat karena sudah ada paret. Jembatan begitu juga, papan yang sudah berlobang di buat. memang ini tidak pas. Pada hal waktu itu, saya sudah pernah mengusulkan buat menual saja. Tapi kata pak amad dan Nukman lambat pak, pada waktu itu lambat-lambat sedikit tidak apa, masyarakat bisa kerja. Dan masyarakat bisa menikmati uang tersebut, dan bisa untuk berlanja, kalau pakai alat berat masyarakat tidak mendapat lagi," katanya.
Lanjutnya, Pada waktu pengorekan dan pemangunan jembatan ini pak nukman dan Amad dahlan ada. " Sedangkan dijalani untuk kita. landang dia ada disitu, kenapa mau di terima seperti itu. Kalau kita diangap sampah tidak apa-apa lah. Dua orang ini termasuk dalam catatan dalam buku, kenapa bisa terjadi seperti itu. Ya, dikatakan lah 50 meter, di ijak dan kena mata hari sudah susut. Apa lagi pembuat bodi jalan ini daerah pesisir air pasang saja masuk, beda dengan jalan tanah air tawar. Kalau pemangunya bagus otomatis tahun yang akan datang masuk lagi. Kalau seperti ini cemana tahun depan masuk lagi," kata dia.
Penghulu Lenggadai Hilir, Sofyanto di temui di rumahnya mengatakan. Dan ia memenarkan ada bantuan masuk ke desa. Ya memang betul, tahun 2013 ini kepenghuluan Lenggadai Hilir dapat bantuan PPIP dari pusat. Selian itu, lenggadai hulu dan Jumrah tiga desa dalam satu Kecamatan Rimbamelintang.
Dikatakan penghulu, setiap desa itu diadakan muswadarah rapat. Kemudian di bentuklah OMS (organisasi Masyarakat Setempat) dan di udang tokoh-tokoh masyarakat. Pada rapat itu, terpilihlah Sairin ketua, Seketaris Suyadi, Bendahara, Nukman. kemaren banyak calon,tapi mereka ini lah terpilih. Berketepan mereka bertiga ini aparat desa pula. Sairin RT, Suryadi LPM, Nukman Dusun.
"Pertama sekali yang di butuhkan masyarakat yang ramai mengingat kita air susah di derah kita ini. Maka dari itu di buat air bersih sumur bor sebnyak lima titik, Masjid satu dan masola empat. Sisa dana bantu itu di arahkan ke jalan kepertaniaan buat bodi jalan. karena jalan itu banjir tidak bisa mengeluarkan hasil padi, menyorog pakai sepeda maka itu di bangun bodi jalan.
Ketika di tanyakan berapa angaran dana tersebut, penghulu tidak tahu menahu berapa jumlahnya.
"Memang Bantuan seperti ini tidak lepas dari pertangun jawaban dari penghulu. Walupun penghulu tidak melaksanakan tapi penghulu harus tahu berapa sumber dana tersebut. Hingga saat ini belum tahu berapa angaran tersebut. Setau saya, angaran dari air bersih tersebut, di limpahkan ke jalan itu saja," katanya.
Ketika dilihatkan poto jalan dan jembatan dan angaran dana tersebut, ia terkejut melihatnya.
Ia sangat perhatinkan sekali kenapa seperti itu pemangunanya. Kalau sudah beko masuk berkerja berati bagus perkerjaanya. Kenapa seperti ini, Otomatis tidak asal-asalan kerja. "Kalau seperti ini lebih baik di kerjakan dengan menual jangkul tanggan. Jembatan begitu juga, kok papanya berlobang begitu saya lihat tidak pantas. Nati saya mau pangil mereka, kalau tidak cocok saya minta bongkar dan di kerjakan kembali," tegasnya.
Tak lama kemudian, ia menelpon Bendahara, Nukman Halo...pak, kemaren siapa Pengawas lapangan siapa kemaren dari desa turunn. Tak lama kemudian Hp dari pak penghulu mati dan di telpon kembali sudah tidak hatif lagi. "Sebelumnya sudah saya sampaikan kerja berhati-hati jangan sampai. Sesuai angaran dengan pelaksaaanya. Menurut saya, kalau tidak sesuai tolong di bongkar. Di gunakan bantuan itu buat sebaik-baiknya. Jangan dengan adanya bantuan ini kita ambil kesempatan. Saya lihat perkerjaan ini ada permainan," paparnya. (Tim)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

