• Home
  • Pendidikan
  • Kadisdik Pelalawan Bantah Gaji Guru Honor Dipotong Rp3 Juta

Kadisdik Pelalawan Bantah Gaji Guru Honor Dipotong Rp3 Juta

Kamis, 02 Januari 2014 19:13 WIB

PANGKALANKERINCI - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan MD Rizal membantah adanya pemotongan gaji guru honorer di Disdik Pelalawan. Sebelumnya santer beredar kabar, jika setiap honorer yang menerima gaji senilai Rp9 juta, dipotong Disdik mencapai Rp3 juta.

"Jika mereka telah bekerja selama 6 bulan, menerima Rp9 juta dan dibayarkan 100 persen tanpa pemotongan. Begitu juga yang bekerja 2 bulan, tetap dibayarkan sesuai masa kerjanya. Karena gaji mereka senilai Rp1,5 juta per bulannya," tegas MD Rizal, Kamis (2/1/14).

MD Rizal melanjutkan, adanya kabar pemotongan gaji rapelan tenaga guru honorer Kabupaten Pelalawan hanya salah persepsi saja.

"Pembayaran gaji honorer itu dibayarkan sesuai masa kerjanya. Saya memantau langsung proses pembayaran gaji tenaga guru honorer, seperti di Pokja Kecamatan Pangkalan Kuras, Bandar Petalangan dan Bunut," ungkapnya.

MD Rizal juga tidak menampik, adanya beberapa tenaga pendidik honorer yang akan menyerahkan sejumlah uang sebagai ucapan terima kasihnya. Meskipun demikian, sambung MD Rizal, dirinya secara halus menolak hal itu, dan oleh pihak Disdik dikembalikan lagi kepada guru honorer bersangkutan.

"Kita akui memang ada yang menyerahkan sejumlah uang kepada Pokja, namun bukan berarti dikoordinir dan dilakukan pemotongan. Namun saya tegaskan, tidak ada pemotongan, honorer yang terlanjur menyerahkan uang nya telah dikembalikan oleh Pokja. Silahkan tanya langsung kepada honorer yang bersangkutan," tegasnya.

Terima Utuh

Terkait hal itu, beberapa tenaga guru honorer kepada media ini menyebutkan bahwa mereka menerima gaji secara utuh. Begitu juga, honorer yang sempat menyerahkan uang sebagai ucapan terima kasih itu, saat ini telah dikembalikan dan utuh sesuai masa kerja mereka.

"Sejujurnya, aksi menyerahkan sejumlah uang saat pembayaran gaji kami itu, adalah mutlak karena yang lain juga memberikan uangnya. Namun, sejujurnya kami lakukan sebagai ungkapan terima kasih dan dari awal memang tidak ada perintah untuk memotong uang rapelan itu dari siapa pun," ujar seorang guru honorer.

Begitu juga, salah seorang guru honorer yang gajinya sempat di potong Rp3 juta, sekarang ini telah dikembalikan dan seluruh guru honorer menerima utuh gajinya sesuai masa kerja.

"Awalnya memang gaji saya dipotong Rp3 juta, karena teman-teman guru yang lain juga menyerahkan sejumlah itu. Ya, mau tidak mau kita turut menyerahkannya. Namun, uang Rp3 juta itu telah kami terima kembali semuanya dan genap Rp9 juta," ujar guru honorer yang juga enggan disebutkan namanya. (Jhon/grc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pendidikan
Komentar