- Home
- Lingkungan
- Masyarakat Tanjung Pisang di Meranti Tak Miliki Pelabuhan
Tempuh Jarak Puluhan Kilometer,
Masyarakat Tanjung Pisang di Meranti Tak Miliki Pelabuhan
Senin, 16 Desember 2013 14:24 WIB
SELATPANJANG - Sudah puluhan tahun Masyarakat di Desa Tanjung Pisang Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, harus menempuh jarak puluhan KM untuk keberangkatan. Kondisi ini akibat dari tidak adanya pelabuhan sebagai tempat penyeberangan di desa tersebut.
Sebagaimana diakui Ketua BPD Desa Tanjung Pisang, Zizamzul, ketika ditemui wartawan, Minggu (15/12/2013) lalu. Menurut Zizamzul, sudah puluhan tahun masyarakat Tanjung Pisang sulit melakukan aktivitas keberangkatan. Mereka harus lewat dari pelabuhan di desa sebelah yaitu Desa Mengkirau dan Telukbelitung Kecamatan Merbau.
"Selama ini kalau mau berangkat ke Selatpanjang maupun Bengkalis dan daerah lainnya, kami terpaksa lewat pelabuhan di desa lain," keluh Zizamzul, yang juga tokoh masyarakat Tanjung Pisang ini.
Menurutnya lagi, ini menjadi kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat di Tanjung Pisang. Makanya, Ia juga meminta pemerintah kabupaten betul-betul memperhatikan dan merealisasi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Tanjung Pisang ini.
Di samping itu, Zizamzul menyebutkan bahwa melalui ADD (Alokasi Dana Desa), pihak Pemerintah Desa setempat juga mulai membangun bodi jalan (penimbunan dengan alat berat) jalan menuju pelabuhan itu. Hal itu menjadi kesepakatan bersama masyarakat, sehingga keberadaan pelabuhan yang dimaksud agar bisa maksimal.
Selain pelabuhan, tambahnya, yang perlu diperhatikan juga adalah turap di pelabuhan itu sendiri. Sebab, jika tidak diiringi dengan pembangunan turap jalan, maka percuma saja pelabuhan dan jalan yang akan dibangun tersebut.
"Dan menurut kami turap jalan pelabuhan itu juga harus dibangun. Karena bisa jadi, lama kelamaan akan hancur terkikis oleh air pasang laut," usulnya.
Hal serupa juga diakui Kades Tanjung Pisang, Seliyanto. Menurutnya, masyarakat sudah tidak sabar lagi untuk menikmati akses yang baik dalam melakukan aktivitas keberangkatan. Seperti halnya keberadaan pelabuhan sebagai penunjang aktivitas perekonomian masyarakat di desa itu dan sekitarnya.
"Kalau masalah pelabuhan kami, itu dah cukup membuat kami kesulitan. Mau berangkat susah, harus numpang pelabuhan desa lain yang jaraknya puluhan kilometer. Makanya, kami berpikir ini menjadi kebutuhan utama dan mendesak bagi masyarakat," ungkap Kades.***(Sawal/grc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

