- Home
- Lingkungan
- Pasok Material Sulit Penyebab Pembangunan Jalan Mangkrak
Pasok Material Sulit Penyebab Pembangunan Jalan Mangkrak
Sabtu, 11 Januari 2014 12:23 WIB
SELATPANJANG - Pembangunan jalan Koridor Melai-Kedaburapat terbengkalai. Kontraktor pengerjaan jalan yang dibangun melingkar di Pulau Rangsang tersebut mengeluhkan sulitnya memasok material ke daerah itu sebagai salah satu sebab mangkraknya proyek tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten kepulauan Meranti Anuar Zaenal mengakui realisasi pengerjaan proyek Jalan Poros Melai– Kedaburapat, tidak bisa siap 100 persen. Meskipun demikian, Pemkab Meranti tetap memberikan apresiasi terhadap upaya pihak perusahaan kontraktor yang sudah berupaya mengerjakan paket pengerjaan sebagaimana kontrak kerja yang telah di tetapkan.
"Tidak ada perpanjang, waktu penggunaan anggaran tahun 2013 sudah berahir. Untuk itu, pengerjaan proyek pembangunan jalan Koridor Melai-Kedaburapat, juga berahir sesuai jadual. Soal berapa persentasenya, kita masih melakukan evaluasi. Berapa persen pekerjaan yang terealisasi, itu yang akan dibayarkan. Sedangkan sisa anggaran proyek pembangunan jalan koridor tersebut tetap kembali ke kas daerah dan menjadi Silpa tahun anggaran 2013,” ungkap Kadis PU Meranti tersebut.
Menurut Anuar Zaenal, jalan koridor Melai–Kedaburapat merupakan salah satu dari empat jalan koridor yang menjadi prioritas pembangunan Pemkab Kepulauan Meranti dalam merealisasikan program merangkai pulau. Pembangunan jalan menyisir bagian utara pulau terluar Rangsang ini, diprogramkan akan menjadi jalan lingkar yang mengelilingi pulau yang diplot menjadi sentra kawasan industry masa depan Meranti tersebut.
Jalan ini nantinya akan menghubungkan lebih dari 40 desa di Pulau Rangsang dan tiga kecamatan. Dengan terbangunnya jalan ini, kedepannya tidak hanya akan menjadi akses jalan lintas ekonomi tapi, juga seluruh aktifitas socsal, budaya dan kepentingan industri masa depan pulau ini. Untuk itu, pembangunan jalan ini tetap akan kembali dilanjutkan pada tahun 2014 ini.
“Apakah akan ada penambahan anggaranya atau tidak, kita akan evaluasi kembali. Yang jelas, konstruksinya tetap mengacu pada hasil study kelayakan. Jalan ini diprogramkan untuk menampung kebutuhan masa depan Pulau rangsang sebagai kawasan industry masa depan Meranti” beber Anuar Zaenal.
Jangan Sampai Dihentikan
Ketua LMD Desa Kedaburapat H. Saeran Jumaat (10/1) berharap program pembangunan jalan tersebut tetap dilanjutkan. Ini menurutnya, seiring dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Pulau Rangsang, dan letak strategis daerah ini sebagai kawasan industri masa depan di pulau terluar, akses jalan koridor ini memang sangat dibutuhkan.
Apalagi dengan tingkat mobilitas ekonomi masyarakat di Rangsang Pesisir dan Rangsang yang menjadikan daerah ini sebagai pintu masuk ke Selatpanjang. Otomatis katanya masyarakat akan sangat membutuhkan sarana jalan yang benar-benar mampu menampung seluruh aktifitas sosial, budaya, ekonomi dan kantibmas.
“Kalau jalan ini mampu disiapkan pembangunannya, kita optimis daerah ini akan tumbuh pesat. Dan kesempatan masyarakat untuk mengakses pelayanan publik, jasa keuangan perbankan, pasar dan pelayanan kesehatan akan semakin mudah. Untuk itu, pembangunan jalan ini harus terus dilanjutkan” tandas Ketua LKMD Desa Kedaburapat H. Saeran yang turut dibenarkan Usman Runik mantan Kades Melai dan sejumlah tokoh masyarakat desa Melai, Tanah Merah dan beberapa desa lainnya di Selatpanjang.***(fan/hkc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

