• Home
  • Lingkungan
  • Pemko Dumai Bakal Bentuk Tim Penanggulangan Pencemaran Lingkungan

Pemko Dumai Bakal Bentuk Tim Penanggulangan Pencemaran Lingkungan

Hadi Pramono Rabu, 02 Agustus 2017 20:46 WIB
DUMAI - Pemerintah Kota Dumai bersama instansi terkait kepelabuhanan setempat berencana membentuk tim penanggulangan bencana untuk menyikapi persoalan pencemaran lingkungan perairan.

Wali Kota Dumai Zulkifli As mengatakan, pembentukan tim ini merupakan jawaban solusi dalam mengatasi masalah pencemaran perairan, dengan melibatkan instansi Polres, Syahbandar, Kejaksaan dan lainnya.

"Kita harap kejadian tumpahan minyak ini tidak terulang lagi dan perusahaan harus memperhatikan agar lingkungan tetap terjaga baik," kata wali kota kepada pers, Rabu.

Disebutkan, tim ini nantinya bisa seperti forum sebagai wadah saling mengingatkan dalam mengatasi permasalahan lingkungan dan mencari solusi bersama untuk penjagaan lingkungan.


Selain itu, tim gabungan juga akan lebih mencari solusi mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan mulai dari penerapan standar operasional perusahaan hingga ke penegakan hukum.

Kepada perusahaan diminta juga agar dalam aktivitas sehari hari bisa menerapkan prosedur berlaku agar tidak mengalami insiden yang dapat mencemari lingkungan.

"Disarankan perusahaan gunakan gas ramah lingkungan dalam menjalankan aktivitas pabrik agar terjaga keasrian dan mendukung program penghijauan," ujarnya.

Terkait insiden tumpahan minyak mentah kelapa sawit di laut akibat aktivitas pabrik industri di pesisir pantai, pemerintah daerah menyerahkan penanganannya ke instansi penegak hukum terkait dan siap mengawal hingga tuntas.


"Kita apresiasi aksi massa menuntut tanggungjawab perusahaan atas insiden tumpahan minyak ini sebagai bentuk memperjuangkan daerah, dan untuk penanganan diserahkan ke pihak terkait," jelasnya.

Sebagai data tambahan, Polres Dumai tidak tinggal diam atas terjadinya insiden tumpahan minyak jenis stearin milik PT Nagamas Palmoil Lestari hingga mencemari laut Kota Dumai.

"Polres Dumai akan tetap bekerja dan tidak tinggal diam terkait permasalahan tumpahnya minyak stearin milik PT Nagamas yang berada di kawasan Pelindo," kata Waka Polres Dumai, Kompol Dhana Ananda Syaputra, kemarin.

Selain memproses masalah tumpahan minyak, Dhana meminta kepada Walikota Dumai untuk segera membentuk Tim Terpadu Pengawasan Lingkungan Hidup di Kota Dumai.


"Dengan adanya tim terpadu ini setiap kasus tumpahan minyak langsung mendapat penanganan cepat. Sehingga tidak berlarut-larut masalahnya hingga menimbulkan keresahan di masyarakat," pintanya.

Disisi lain, Anggota Komisi III DPRD Dumai, Johannes meminta KSOP Dumai harus menindak tegas dengan perusahan yang belum sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP), jika perlu dihentikan dulu opersionalnya.

"Sebelum melengkai SOP hendaknya perusahaan ini dihentikan dululah. Setelah lengkap SOPnya baru dipersilahkan operasi usahannya," pinta Johannes kepada pimpinan KSOP Dumai Capt. Jonggung Sitorus.

Kemudian mengenai proses hukum, kata dia, wajib dijalankan kepada setiap perusahan yang melanggar aturan atau melakukan pencemaran lingkungan baik itu kelalaian.


"Sudah jelas dalam aturan bagi perusahaan yang melanggar wajib dikenakan denda sebesar Rp9 miliar sampai paling sedikit Rp 3 miliar. Dengan demikian tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini terulang kembali," tegasnya.

Johannes dengan tegas menyatakan bahwa PT Nagamas Palmoil Lestari yang beroperasi di kawasan Pelindo I Cabang Dumai, bersalah. Karena perusahaan tidak menyiapkan sarana dan prasarana.

"Kita miris melihat kejadian (PT Nagamas) dalam setahun belakangan ini, kejadiannya hampir sama dan perusahaan selalu menyampaikan human error dan tidak ada sanksi tegas dari instansi terkait," jelasnya. 

Kepala KSOP Dumai, Capt. Jonggung Sitorus dengan tegas menyatakan bahwa instansi yang dipimpinnya tersebut merupakan penanggungjawab tertinggi di kawasan pelabuhan.

"Kami adalah instansi tertinggi masalah pelabuhan ini. Kami akan bekerja secara maksimal menangani masalah tumpahan minyak yang terjadi beberapa hari lalu di kawasan pelabuhan Dumai," katanya.


(adi/mcr)
Tags NagamasPelabuhanPelindoPemko DumaiPencemaran LingkunganPolres DumaiWalikota-DumaiWalikota Dumai
Komentar