• Home
  • Lingkungan
  • Pemko Dumai Keluarkan Status Siaga I Bencana Kabut Asap

Pemko Dumai Keluarkan Status Siaga I Bencana Kabut Asap

Kamis, 13 Februari 2014 11:37 WIB

DUMAI - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Dumai semakin parah. Ditemukan ada 11 titik api dan jarak pandang tidak lebih dari 100 meter, sementara kualitas udara berdasarkan ISPU berada di angka 200 PSI.

Akibat kualitas udara yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Pemerintah Kota Dumai mengeluarkan status siaga 1 bencana karhutla. Demikian hasil rapat koordinasi antisipasi Karhutla yang diselenggarakan di Media Canter, Kamis (13/2/14).

Rapat dipimpin Wakil Walikota Dumai, H. Agus Widayat, didampingi Sekdako Dumai H. Said Mustafa, Asisten III, H. Mustafa Kadir, hadir pada kesempatan itu Kepala BPBD Kota Dumai, Noviar Indra Putra, Kadistanbunhut, Suriyanto, Kapolres Dumai, AKBP Yudi Kurniawan, dan Forkompinda.

Wakil Walikota Dumai Agus Widayat mengatakan surat status siaga I sudah dibuat dan akan segera ditandatangani Walikota Dumai, H. Khairul Anwar. Karena musibah ini sudah menunjukkan ambang bahaya bagi kesehatan manusia.

"Surat status siaga I sudah kita siapkan dan akan segera ditandatangani Walikota. Setelah ditandatangani maka, bencana kabut asap yang meliputi wilayah Dumai sudah berbahaya," ungkap orang nomor dua di Kota Dumai ini.

Dijelaskan Wawako, dari laporan yang masuk kualitas udara pagi ini berada di level 200 PSI. Titik api ada 11 dan ini menjadi bahan untuk penetapan status siaga I bencana kabut asap pada 2014 ini.

"Kepada masyarakat, saya imbau agar mengurangi aktifitas di luar rumah, dan jika keluar agar mengenakan masker untuk menghindari penyakit ISPA akibat kabut asap Karhutla," imbaunya.

Sebagai data tambahan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kota Dumai semakin mengkhawatirkan. Satelit NOAA 18 mendeteksi sebanyak 20 hot spot di empat kecamatan yakni Medang Kampai, Bukit Kapur, Sungai Sembilan dan Dumai Barat.

"Dari 20 hot spot di sejumlah kecamatan pada pemantauan Selasa kemarin terdapat di sejumlah lahan eks pengelolaan perusahaan dan areal penggunaan lain bukan kawasan hutan," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Polisi Kehutanan Kota Dumai, Tengku Ismet.

Titik panas pantauan satelit itu di antaranya, enam titik terdapat di areal PT Suntara Gaja Pati (SGP) Kecamatan Sungaisembilan. Kemudian tiga titik di Kelurahan Batuteritip, tiga titik lagi masih di lahan SGP di Kelurahan Basilambaru. 

Selanjutnya dua titik terdapat di eks lahan milik PT Ruas Utama Jaya (RUJ), satu titik di eks lahan PT Arara Abadi di Basilam Baru dan Bangsal Aceh, serta satu titik PT RUJ di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungaisembilan.

"Selanjutnya ada juga kebakaran di atas areal penggunaan lain bukan kawasan hutan. Yaitu satu Kelurahan Bukittimah dan satu titik Kelurahan Bukitkapur, dan satu titik lagi di Meranti Laut, Kecamatan Dumai Barat yang kini tengah dipadamkan," pungkasnya.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar