- Home
- Lingkungan
- Penyempitan DAS, 14 RT Terendam Banjir Luapan Air Sungai Mampu
Penyempitan DAS, 14 RT Terendam Banjir Luapan Air Sungai Mampu
Hadi Pramono Minggu, 26 November 2017 19:44 WIB
DUMAI - Masyarakat yang berada di sekitar aliran Sungai Mampu, Kecamatan Sungai Sembilan menjadi korban luapan air sungai lantaran kondisi daerah aliran sungai (DAS) terkena proyek perusahaan PT Agro Murni.
Seorang warga bernama Musa, menuturkan selama ini masyarakat yang tinggal tidak jauh dari Sungai Mampu tidak pernah menjadi korban luapan air sungai. Hal ini disebabkan adanya penyempitan aliran sungai dari pihak perusahaan.
"Hasil pertanian kini tidak dapat dibawa keluar karena kondisinya terencam luapan air sungai Mampu. Kalangan petani cabai juga mengalami kerugiaan karena gagal panen yang disebabkan terendam luapan air sungai," katanya, Ahad (26/11/17).
Tak hanya hasil pertanian dan merendam rumah penduduk, kata Musa, akibat penyempitan aliran Sungai Mampu juga berdampak pada proses belajar. Terpaksa pihak sekolah meliburkan anak didiknya lantaran sekolahaan terendam luapan sungai.
"Yang jelasnya dengan kesewenang-wenangan perusahaan ini banyak masyarakat dirugikan. Kami menilai pemerintah sudah tutup mata dan tidak ambil pungsing dengan kondisi rakyatnya yang berada di pinggiran kota Dumai," ujar Musa.
Ditambahkannya, dampak dari penyempitan aliran Sungai Mampu ini berimbas pada 14 Rukun Tetangga (RT). Ironisnya, pihak kelurahan dan kecamatan juga tidak menindaklanjuti persoalan ini dan terkesan diam saja.
"Korban dari luapan sungai ini sudah 14 RT. Lurah dan Camat tidak ambil pungsing. Kami menilai pemerintah sudah tutup mata akibat ulah perusahaan yang menjalankan bisnisnya tanpa melihat kondisi lingkungan," tegasnya.
Jika persoalan ini tidak mendapatkan respon dari pemerintah, kata Musa, masyarakat dari 14 RT ini akan melakukan aksi demo ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Dumai, untuk mengadu ke perwakilan rakyat.
"Saya harap melalui media ini bisa membuka mata hati pemerintah Kota Dumai. Jika mereka tidak respon, kami akan mengerahkan masyarakat untuk mengadu ke wakil kami di DPRD Kota Dumai," pungkas Musa.
(zik/zik)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026
-
Ekbis
Dumai Expo 2026, Antara Perayaan Hari Jadi ke-27 dan Dampak Ekonomi Lokal
-
Lingkungan
Konflik Agraria di Jalan Sudirman Dumai Memanas, APRJ Desak BPN dan Pemkot Bertanggung Jawab
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner
-
Tekno
Pemko Dumai Ajak RAPI Perkuat Peran dalam Komunikasi Publik dan Darurat
-
Pendidikan
Wali Kota Dumai Pimpin Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2025

