• Home
  • Lingkungan
  • Pusat Kucurkan Dana Rp3,2 Miliar untuk Proyek Jalan Lingkar Simpang Batang-Parit Kitang

Pusat Kucurkan Dana Rp3,2 Miliar untuk Proyek Jalan Lingkar Simpang Batang-Parit Kitang

Hadi Pramono Senin, 22 Januari 2018 12:10 WIB
DUMAI - Pemerintah Pusat akan menggelontorkan anggaran dana alokasi khusus (DAK) sebanyak Rp3,2 miliar untuk kelanjutkan proyek Jalan Lingkar Simbang Batang menuju Parit Kitang, Kecamtan Sungai Sembilan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Dumai, Muhammad Syahminan kepada media menerangkan, bahwa pembangunan jalan lingkar Simpang Batang-Parit Kitang itu akan menghabiskan dana mencapai Rp300 miliar.

"Saat ini baru 3,5 km jalan sudah rigid dari 22 km total jalan lingkar. 1,5 km rigid di simpang Parit Kitang dan 2 km di Simpang Batang. Kemudian anggaran Rp3,2 miliar itu rencananya digunakan untuk penimbunan," katanya, Senin (22/1/18).

Dijelaskan pria kelahiran Kabupaten Bengkalis ini, ada juga bagian jalan yang sudah dalam proses penimbunan. Panjang jalan yang sudah penimbunan mencapai 14 km. Penimbunan sebanyak 6 km di Simpang Parit Kitang dan 8 km lagi di Simpang Batang.

"Panjang jalan lingkar tersebut yang sudah dalam pengerjaan mencapai 16,5 km. Total 5,5 km jalan belum dalam pengerjaan. Semua itu terkendala karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kota Dumai," jelas Syahminan.

Menurutnya, dengan rampungnya pembangunan jalan lingkar Simpang Batang-Parit Kitang ini secara otomatis akan mengurangi angka laka lantas terhadap kendaraan pengangkut bahan produksi industri di Kecamatan Sungai Sembilan.

"Saat ini mobil CPO melintas di area pemukiman padat penduduk dan kerap menimbulkan korban laka lantas. Maka dari itu kami berusahaan keras meminta sokongan dana dari Pusat melalui DAK untuk mewujudkan jalan lingkar itu," tuturnya.

Dikatakannya, pembangunan jalan lingkar ini juga harus ada dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat. Sebab, jalan lingkar ini adalah satu jalur alternatif bagi kendaraan truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO).

"Mereka tidak lagi harus berbagi dengan pengendara saat melintas di Jalan Raya Dumai-Lubuk Gaung. Kami juga memasukkan data korban laka lantas dalam pengajuan pengajuan anggara sebagai bahan petimbangan Pemerintah Pusat," jelasnya.

Sebagai data tambahan, bahwa jalan lingkar Parit Kitang menuju Simpang Batang belum kunjung rampung. Proyek pembangunan jalan lingkar di Kota Dumai bagi angkutan barang belum memperlihatkan kemajuan berarti.

Pada tahap awal jalan ini seharusnya rampung pada rentang tahun 2005 hingga tahun 2008. Pengendara belum bisa melintas di jalan lingkar yang menghubungkan Kelurahan Mekar Sari dan Kelurahan Lubuk Gaung. 

Jalan ini belum bisa rampung karena terkendala anggaran. Anggaran pembangunan jalan lingkar ini mencapai Rp 300 miliar. Proses pengerjaan baru fokus di dua pangkal jalan tersebut. 

(zik/zik)
Tags APBDDinas PUPR DumaiPemko DumaiProyek Jalan
Komentar