• Home
  • Lingkungan
  • Tanggul Jebos dan Pasang Besar Picu Buaya Keluar Masuk

Tanggul Jebos dan Pasang Besar Picu Buaya Keluar Masuk

Minggu, 06 April 2014 12:11 WIB

BAGANSIAPIAPI - Jebolnya tanggul di Kepenghuluan Muktijaya, Kecamatan Rimbamelintang, Kabupaten Rohil akibat abrasi belum lama ini, memudahkan buaya keluar masuk sampai ke areal pemukiman bersamaan dengan datangnya musim pasang besar.

Camat Rimbamelintang H Syamzani tidak menafikan hal tersebut. Menurutnya, akibat tanggul itu jebol, tidak tertutup kemungkinan buaya itu keluar masuk. Hal ini setidaknya sudah dapat dibuktikan dengan ditemukannya satu ekor buaya berukuran sekitar dua meter di drainase.

"Buaya yang masuk sampai ke areal pemukiman masyarakat itu, kemungkinan besar terjadi saat pasang besar. Berkaitan dengan itu, saya mengimbau kepada masyarakat yang berada di daerah aliran sungai agar senantiasa berhati-hati," imbau Syamzani.

Seiring dengan itu, tambah Syamzani, dalam pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat Kabupaten Rohil, pihak Kecamatan Rimbamelintang telah mengusulkan pembangunan tanggul. 

"Kami sangat mengharapkan agar pembangunan tanggul itu dapat segera direlisasikan. Sehingga saat pasang besar, airnya tidak sampai ke areal pemukiman masyarakat," kata Syamzani kepada awak media.

Sementara, Alkahfi Sutikno salah seorang warga Muktijaya yang juga sebagai Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Rohil menjelaskan, setiap masuknya pasang besar, sebagian masyarakat merasa gelisah. 

Dikatakannya, air sungai tersebut mampu menggenangi pemukiman penduduk dengan ketinggian mencapai selutut orang dewasa. Setiap pasang datang, air setinggi lutut menggenangi pemukiman sebagian penduduk. 

"Air yang masuk langsung dari Sungai Rokan, lantaran tanggulnya tidak ada. Apalagi saat pasang terjadi di malam hari. Tidak tertutup kemungkinan, sang raja air berkeliaran di sekitar pemukiman,’’ kata Alkahfi.

Untuk itu, lanjut Alkahfi, diharapkan usulan pembuatan tanggul tersebut dapat segera direalisasikan secepatnya. Sehingga, masyarakat yang ada di daerah aliran sungai seperti di Kepenghuluan Muktijaya bisa nyaman kendati datangnya pasang besar.

"Harapan kami seperti itu. Tanggul itu harus dibangun. Kalau tanggul tidak dibangun, maka air sungai langsung menyentuh ke pemukiman dan kondisi buaya itu akan hadir dilingkungan masyarakat," pintanya.***(Jarmain)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar