- Home
- Lingkungan
- Terus Diterjang Abrasi, Pulau Rangsang Terancam Terbelah
Terus Diterjang Abrasi, Pulau Rangsang Terancam Terbelah
Rabu, 13 Agustus 2014 16:34 WIB
SELATPANJANG - Akibat abrasi yang terus menerjang, Pulau Rangsang yang berbatasan lansung dengan perairan Selat Malaka terancam terbelah.
Dalam kurun waktu lebih dari 21 tahun, seluas 830,62 hektar luas daratan Pulau Rangsang yang sudah tergerus oleh abarasi tersebut. Dari total luas tersebut, 51,0955 kilometer panjang kawasan bibir tebing dengan lebar 1.369 meter yang runtuh ke laut.
Kondisi terluar bagian utara pulau yang menjadi sabuk hijau Kota Selatpanjang dan daratan Pulau Sumaera ini telah mengalami kerusakan yang cukup parah.
Ribuan hektar lahan perkebunan kelapa dan karet milik masyarakat di Dusun Ayun Desa Permai Rangsang Barat, terjun ke laut.
Puluhan Kepala Keluarga didesa yang sama, juga harus pindah karena tak lagi yakin bisa berkembang ekonominya. Bahkan kuburan dan lahan masjid juga turut terjun ke laut.
"Kita khawatir, bila abrasi ini tidak segera ditanganai secara serius, maka Pulau Ransang bisa terbelah ataupun hilang," tutur Bahtiar (43) warga Dusun Ayun Desa Permai Rangsang Barat.
Menurutnya, dengan abrasi yang terus menerus menghantam bibir pantai ini membuat warga kampung menjadi kurang nyaman. Setiap hari, warga menyaksikan, tanah pinggir pantai dimakan ombak. Bahkan warga sudah akrab dengan atraksi, tanah campak ke laut.
“Runtuh sudah harapan kami untuk bisa hidup selese (baca: nyaman) di kampung ini. Sudah ribuan hektar lahan kebun kami yang campak ke laut. Apalagi yang bisa kami harapkan, abrasi telah merampas semangat dam mimpi kami untuk menatap masa depan," katanya.
"Kami minta agar Pemkab Meranti serius melakukan program penanggulangan abrasi di Ayun ini. Biarpun setapak demi setapak, paling tidak ada harapan kami untuk terus menetap dan ikut menjaga desa kami. Kalau abrasi sampai meruntuhkan rumah dan kebun kami, kemana lagi kami mau menapak,” katanya.
Ditempat terpisah Kepla Dinas Kehutanan dan Perkebunan Meranti Makmun Murod mengatakan, abrasi di Dusun Ayun Desa Permai sudah sangat parah.
"Dan yang jelas, tambahnya, garis pantai pulau terluar ini telah bergeser dan menjadi ancaman serius bagi keutuhan NKRI” beber Kadishut Meranti tersebut.
Pulau Ransang, urai Kadishut, merupakan pulau yang memiliki sumberdaya alam yang sangat kaya. Pulau yang terbangun sebagai melalui proses endapan ini, memilii potensi sumberdaya alam seperti minyak dan gas bumi, hutan alam, hutan bakau, sagu, karet, kelapa dan kopi. Potensi kekayaan alam ini menjadi PAD murni Kabupaten Kepulauan Meranti dalam menopang percepatan pembangunan.
Disisi lainnya, Pulau Rangsang juga memiliki potensi kekayaan alam perikanan laut yang menjadi sumber pendapatan masyarakat serta potensi tambang biji timah.
“Abrasi yang terus menghantam Pulau Rangsang ini tidak hanya menyebabkan rusaknya kawasan ekosistem pantai dan terbelahnya pulau yang dihuni ratusan ribu jiwa tersebut," jelasnya.
Dibagian lain, dampak dari kejadian ini akar kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat juga akan ikut tercabut. Besarnya dampak yang akan ditanggung masyarakat, upaya penyelamatan Pulau Rangsang ini harus segera dilakukan dan ini tentunya harus melibatkan banyak pihak.
"Tidak hanya menuntut tanggung jawab Pemda Meranti tapi juga provinsi, pusat dan pihak swasta yang turut melakukan eksploitasi potensi sumberdaya alam Pulau Rangsang” tegas Murod.***(Roy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

