Soal Peningkatan Kesejahteraan Petani di Meranti
Rabu, 13 Agustus 2014 16:36 WIB
SELATPANJANG - Untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan hasil pertanian, berbagai program dalam bentuk bantuan dan kemudahan diberikan pemerintah guna meningkatkan produksi maupun hasil pendapatan para petani. Namun berbagai kemudahan yang diberikan tersebut terkadang dinilai masih belum mampu meningkatkan kesejahteraan para petani.
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti,Hafizoh SAg beberapa kemaren mengatakan, saat ini masih banyak petani yang mengeluhkan berbagai bantuan dan program pemerintah karena dinilai masih setengah-setengah dan tidak tuntas.
Pemerintah jangan hanya membantu memberikan bibit,tetapi juga harus bisa memberikan penyuluhan bagaimana cara bertani dan mengolah hasil pertanian dengan baik dalam rangka mengenjot hasil pertanian.
"Misalkan saat memberi bantuan bibit. Petani diberi bibit,tetapi tidak diberi pemahaman bagaimana cara bertani yang baik. Jadi peran penyuluh saat ini sangat dibutuhkan,tetapi jumlahnya sangat terbatas dan belum menjangkau seluruh desa yang ada, Petani harus didampingi, jangan ditinggalkan sendiri," ungkapnya.
Menurut Hafizoh, persoalan pembangunan pertanian bukan hanya bagaimana merealisasikan bantuan yang diberikan, dan dilaksanakan dengan penanaman, pemeliharaan dan panen.
Pembangunan pertanian yang pada intinya, diarahkan pada upaya peningkatan produksi panen yang ahirnya mampu memberikan dampak positif pada peningkatan kesejahteraan para petani dan keluarganya.
Dengan demikian, upaya pembangunan pertanian harus mencakup upaya-upaya pembinaan terhadap petani dalam menghadapi berbagai kendala dilapangan.
Termasuk membrikan pemahaman terhadap petani dalam menyiasati program pasca panen. Dan yang paling penting, bagaimana produksi yang dihasilkan para petani mampu menembus pasar, sehingga tidak menumpuk di pasar local yang ahirnya akan menyebabkan jatuhnya harga produk petani pada saat musim panen raya.
"Kalau hanya sebatas menanam, memelihara dan panen, tanpa dibina para petani kita sudah mampu. Yang jadi persoalan sekarang, bagaimana hasil produk petani ini bisa menbus pasar yang lebih luas, tidak lagi menumpuk di pasar local," katanya.
Harapannya tentu untuk menghindari jatuhnya harga pada saat panen raya. Ini yang sulit bagi petani, yang ahirnya petani tidak memiliki bargaining posisi untuk menetapkan harga yang lebih layak untuk mendapatkan keuntungan.
"Kalau tak untung, bagaimana petani mau meningkat taraf hidupnya," beber Hafizoh saat berbincang-bincang dengan sejumlah kalangan awak media di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kendala lainnya yang juga dihadapi petani lanjut Hafizoh adalah pupuk dan pestisida yang masih tergolong mahal. Meskipun terkadang telah disubsidi pemerintah, namun para petani masih kesulitan untuk mendapatkan barang tersebut.
"Saat ini, ancaman bagi petani seperti hama tanaman yang bisa mengganggu bahkan merusak tanaman,masih sering terjadi. Dengan kemudahan untuk mendapatkan pestisida tentunya hal tersebut bisa diminimalisir. Jadi kita sangat berharap peran yang lebih besar lagi dari pemerintah dalam membantu para petani sehingga kesejahteraan mereka bisa lebih baik lagi,” tandas Ketua DPRD Meranti tersebut. (roy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

