Kepada Kapolda dan Wagubri,

Wako Dumai Laporkan 2.500 Hektar Lahan Warga Terbakar

Kamis, 03 April 2014 12:34 WIB
DUMAI - Walikota Dumai Khairul Anwar memberikan laporan terkait musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi diwilayahnya kepada Kepala Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Pusat, Wakil Gubernur Riau dan Kapolda Riau. 

"Akibat karhutla, sebanyak 1200 Hektar lahan masayrakat di Dumai habis terbakar. Pemerintah terus bekerjasama dengan instansi terkait untuk memadamkan api disejumlah titik," kata Khairul kepada rombongan pentingi negeri ini saat memantau kondisi karhutla di Dumai, kemarin. 

Dijelaskan Wako, karhula di Dumai terjadi di wilayah Kecamatan Meang Kampai, Kecamatan Sungai Sembilan, Kecamatan Dumai Barat. Dalam menangani masalah ini, pemerintah menggandeng TNI/Polri, Manggala Agni serta Instansi terkait lainnya termasuk masyarakat. 

"Pemko juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Dumai agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kepada perusahaan HTI diminta untuk selalu menjaga lahannya agar tidak terbakar," katanya dalam menangani karhutla di wilayah kerjanya selama ini. 

Sedangkan dari proses hukum, orang nomor satu di Kota Dumai ini meminta kepada pihak penegak hukum agar memberikan sanksi kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan berlaku dan tidak boleh pandang bulu dimata hukum. 

"Saat ini titik api dikota Dumai sudah nihil, ini diakibatkan hujan lebat yang mengguyur kota Dumai kemarin. Saya atas nama Pemerintah kota Dumai mengucapkan terimakasih atas kunjungan bapak-bapak ke Dumai," ucap Khairul Anwar kepada rombongan usai meninjau lokasi karhutla. 

Terakhir, untuk mengatasi karhutla Pemerintah Kota Dumai akan terus menjalin kerjasama dengan instansi terkait seperti Polres Dumai, Kodim 0303 Bengkalis dan pihak lainnya dalam upaya melakukan tindakan pencegahan dan penindakan kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan. 

Sementara, Kepala BNPB Pusat Syamsul Maarif meminta kepada Walikota Dumai agar terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memaksimalkan upaya penangan Karhutla yang terjadi di Kota Dumai khususnya. 

"Sampai saat ini sudah 98 persen kebakaran hutan dan lahan berhasil dipadamkan, saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi untuk itu Pemerintah bersama Instansi terkait agar terus melakukan kerjasama untuk mencegah timbulnya kembali Karhutla," katanya 

Menurut Syamsul Maarif, akibat kebakaran hutan dan lahan banyak pihak yang dirugikan, seperti anak didik yang terganggu aktifitas belajarnya, para pedagang, dan masyarakat yang menderita penyakit pernafasan akibat Karhutla. 

"Tidak sampai disitu, untuk mencegah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan Pemerintah telah mengucurkan dana Rp164 Miliar. Begitu besar dana yang kita keluarkan untuk melakukan pemadaman Karhutla, untuk itu saya menghimbau kepada semua pihak agar tidak melakukan aksi ini," pintanya. 

Kepala BNPB Pusat Syamsul Maarif juga meminta bantuan kepada rekan-rekan wartawan agar membantu Pemerintah mensosialisasikan bahaya membakar hutan dan lahan, tujuannya agar masyarakat tidak lagi melakukan pembakaran hutan da lahan. 

"Saya kawatir bulan Mei, Juni dan Juli 2014 kasus serupa terjadi, mengingat berdasarkan laporan dari BMKG yang saya terima bulan tersebut diperkirakan akan terjadi kemarau panjang," ungkapnya kehadapan puluh awak media di Kota Dumai. 

Dilanjutkan Syamsul, sekarang api sudah berhasil dipadamkan, dan untuk pencegahan kami serahkan kepada Walikota dan instansi terkait lainnya agar dapat bersama-sama melakukan tindakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. 

"Saya juga meminta semua pihak menjaga wilayah Cagar Biosfer di Riau agar terhindar dari Karhutla, untuk itu kepada pelaku yang telah berhasil diamankan pihak kepolisian agar dapat diproses sesuai aturan yang ada dan diberikan hukuman yang setimpal," pungkasnya. 

Kunjungan itu dipimpin langsung, Kepala BNPB Pusat, Syamsul Maarif bersama Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan kapolda Riau Brigjend Pol Condro Kirono memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dumai lewat udara menggunakan 2 helikopter.***(adv/hum/rau)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar