• Home
  • Lingkungan
  • Warga Dumai Resah, Limbah Perusahaan Cemari Lingkungan

Warga Dumai Resah, Limbah Perusahaan Cemari Lingkungan

Minggu, 19 Oktober 2014 16:57 WIB

DUMAI - Warga Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur diresahkan dengan pembuangan limbah pengoperasian pabrik di sekitar Pelabuhan Pelindo I cabang kota Dumai. 

Sabtu (18/10/14) pagi kemarin, puluhan masyarakat Buluh Kasap berbondong-bondong menyaksikan adanya temuan bubuk hitam yang hadir dipemukiman warga.

Bubuk hitam diduga bekas limbah perusahaan di sekitar Pelabuhan Pelindo I cabang kota Dumai, menuai kekhawatiran dari warga setempat. Bubuk asap hitam seperti karbon ini muncul saat pagi hari di penampungan air, halaman rumah, dan parit sejumlah rumah warga.

Tidak jelas dari mana sumber limbah perusahaan ini muncul, yang jelas akibat munculnya bubuk hitam seperti karbon ini, membuat warga setempat gelisah, dan enggan untuk menggunakan air yang sudah tercampur dengan bubuk hitam tersebut.

Diungkapkan Agustina, salah seorang warga Buluh Kasap, dirinya sangat khawatir dengan adanya kejadian seperti ini. Bagaimana tidak, sebagai pengkonsusmsi air hujan setiap hari, dirinya kini menjadi sangat khawatir dengan temuan ini.

"Sudah sejak lama saya beserta seluruh keluarga saya mengkonsumsi air hujan yang ditampung dalam bak air, yang biasanya saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti untuk mandi, mencuci pakaian, dan juga memasak. Namun semenjak adanya kejadian seperti ini, saya menjadi takut untuk menggunakan air yang saya tampung, karena banyak bubuk hitamnya," ungkap Agustina.

Selain itu, Agustina juga mengatakan kejadian ini sudah sering kali terjadi, namun untuk malam tadi, bubuk hitam seperti karbon itu lebih banyak dari hari-hari sebelumnya.

"Saya sangat berharap kepada pemerintah kota Dumai untuk dapat membuka mata, dan turut ikut serta dalam menyelesaikan persoalan ini. Karena pencemaran lingkungan ini sangat merugikan masyarakat, baik dari segi kesehatan dan berdampak pada kegiatan masyarakat sehari-hari," pinta Agustina.

Selain meminta agar adanya perhatian dari pemerintah kota Dumai, masyarakat juga meminta agar perusahaan juga dapat bertanggung jawab, jangan hanya membuat limbah, masyarakat yang merasakan dampaknya, dan perusahaan hanya tutup mata.

"Kepada pihak perusahaan saya juga meminta agar dapat bertanggung jawab atas kejadian ini. Jangan hanya membuat limbah sembarangan, dan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat setempat," harapnya.

Dari hasil pantauan, akibat dari pencemaran lingkungan yang terjadi sejumlah perwakilan Humas perusahaan juga tampak gelisah dan hiruk pikuk datang ke lokasi. Sebut saja Humas PT.Wilmar, PT.Kuala Lumpur Kempong (KLK), PT.NPL, dan PT.Inti Benua Perkasa (IBP). 

Namun salah satu perusahaan induk, tempat pabrik bernaung yakni PT.Pelindo I cabang kota Dumai tidak dapat dikonfirmasi dan tidak hadir sehingga warga memutuskan membubarkan diri.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar