Angkutan Laut Bagansiapiapi-Panipahan Tergantung Pasang Surut
Jumat, 21 November 2014 16:18 WIB
ROKAN HILIR : Transportasi laut Bagansiapiapi-Panipahan (Kecamatan Pasir Limau Kapas) serta ke beberapa tujuan lainnya memiliki keterbatasan waktu pemberangkatan speedboat. Pasalnya, rute ini baru bisa dilalui kalau air pasang.
Pantauan sejumlah media, Kamis (20/11/14), air pasang yang dimanfaatkan untuk pemberangkatan, antara pukul 06.00–07.00 WIB dan pukul 13.00-15.00 WIB.
Jika kondisi pemberangkatan tidak sesuai jadwal di atas, maka alamat akan kandas di tengah laut (akibat pendangkalan, lumpur, red).
Kondisi ini dialami speedboat Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), meski memiliki GPS yang merekam jejak perjalanan aman di perairan itu, tetap kandas (masyarakat setempat sebut boting Sipa, red), pada posisi TUJ N= 02° 28° 07,5", E= 100° 20° 56,1".
Speedboat terkatung-katung mulai pukul 08.40 sampai 09.08 WIB (hampir 30 menit, red), dan akhirnya beberapa pegawai dari Dinas Perikanan dan Kelautan harus turun dari speedboat, ternyata ada onggokan lumpur yang cukup luas, sehingga speedboad tak bisa bergerak.
Yang turun tersebut berupaya mendorong speedboad mundur untuk mendapatkan kedalaman air yang bisa dilalui, dan akhirya berkat kesigapan mereka, speedboat terlepas dari kandas tersebut.
Menurut pihak yang sudah berpengalaman di speedboat tersebut, jika terlambat lima menit saja, speedboat tersebut baru bisa lepas dari kandas pada pukul 13.00 WIB (empat jam kemudian, red).
Sementara yang ada dalam speedboat tersebut sejumlah pejabat, seperti Roy Azlan (Kepala BKD), Yuzirwan Yunus (Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan), Kapolsek Pasir Limau Kapas, AKP Wahariyana, yang akan menghadiri pelantikan Camat Pasir Limau Kapas serta peresmian Pos TNI AL dan Pos Bantu Bea & Cukai Panipahan.
Tergantungnya terhadap pasang surut, membuat masyarakat yang punya kepentingan mendesak tidak dapat berbuat banyak, melainkan harus menunggu air pasang terlebih dahulu baru bisa berangkat.
(nop/nop)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Maritim
Ratusan Alumni Akademi Martim Indonesia Medan di Dumai Gelar Bukber
-
Maritim
Politeknik Negeri Bengkalis Resmi Miliki Kampus Jurusan Maritim
-
Maritim
Sukseskan Poros Maritim, Dumai Bakal Dapat Anggaran dari Pusat
-
Maritim
Industri Maritim Diuntungkan Fasilitas LNG Blok Masela
-
Maritim
Panglima Koarmabar Klaim Situasi Laut Indonesia Masih Aman
-
Maritim
Panglima Koarmabar Duga Perompakan Kapal MT Joaquim Sebuah Rekayasa

