Dua Kapal Tanker Muatan CPO Trabrakan di Laut Dumai
Kamis, 19 Juni 2014 16:57 WIB
DUMAI- Dua kapal tangker MT Spiller GT 50.000 bermuatan minyak sawit mentah (CPO) dengan kapasitas 39.999 MT dan MT CPO GT 30.000 mengalami musibah tabrakan hebat dilaut Dumai, Kamis (19/6/14) jelang siang.
Kejadian itu mengakibatkan terjadinya letupan dan muncul api yang mengeluarkan asap tebal pada salah satu bagian kapal. Kejadian insiden itu juga dilaporkan menyebabkan kapal mengalami kebocoran dan menumpahkan muatan CPO ke laut sebanyak 1.500 MT.
Kemudian dua orang anak buah kapal MT CPO jatuh ke laut. Sejumlah unit armada kapal bantuan dari berbagai instansi segera melakukan evakuasi kapal dan penyelamatan korban dengan menggunakan helikopter milik Badan SAR Nasional (Basarnas).
Beberapa kali terlihat helikopter Basarnas menurunkan petugas penyelamatan dari udara ke laut untuk mengevakuasi korban tabrakan kapal tersebut. Evakuasi kapal tabrakan akhirnya bisa ditangani cepat oleh petugas gabungan.
Aparat gabungan itu terdiri dari kepolisian, TNI AL, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Basarnas, pihak perusahaan dan beberapa pihak terkait di pelabuhan.
Tumpahan minyak ke laut langsung direspon oleh petugas melakukan pembersihan oleh beberapa unit kapal milik sejumlah perusahaan yang dilengkapi alat operasi oil spill boom, skimmer dan dispersant.
"Insiden ini hanya skenario dalam simulasi nasional penanggulangan tumpahan minyak di perairan Dumai yang dilaksanakan Kementrian Perhubungan," kata Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Captain Bobby R Mamahit.
Dia menjelaskan, dalam simulasi National Marine Pollution Exercise (National Marpolex) tersebut diikuti 500 peserta dari sejumlah instansi, dan melibatkan 28 armada kapal patroli, evakuasi, helikopter dan lain sebagainya.
Tujuan pelatihan itu untuk mengevaluasi prosedur penganggulangan tumpahan minyak, uji coba kemampuan personel dan peralatan serta meningkatkan kerjasama dalam operasi pengamatan, pengamanan, pencarian dan pertolongan pemadaman kebakaran.
"Latihan ini juga untuk mendorong partisipasi dan keterlibatan stakeholder dari pengusahaan minyak, perusahaan pelayaran dan kegiatan lain di perairan," ungkapnya.***(adi)
Kejadian itu mengakibatkan terjadinya letupan dan muncul api yang mengeluarkan asap tebal pada salah satu bagian kapal. Kejadian insiden itu juga dilaporkan menyebabkan kapal mengalami kebocoran dan menumpahkan muatan CPO ke laut sebanyak 1.500 MT.
Kemudian dua orang anak buah kapal MT CPO jatuh ke laut. Sejumlah unit armada kapal bantuan dari berbagai instansi segera melakukan evakuasi kapal dan penyelamatan korban dengan menggunakan helikopter milik Badan SAR Nasional (Basarnas).
Beberapa kali terlihat helikopter Basarnas menurunkan petugas penyelamatan dari udara ke laut untuk mengevakuasi korban tabrakan kapal tersebut. Evakuasi kapal tabrakan akhirnya bisa ditangani cepat oleh petugas gabungan.
Aparat gabungan itu terdiri dari kepolisian, TNI AL, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Basarnas, pihak perusahaan dan beberapa pihak terkait di pelabuhan.
Tumpahan minyak ke laut langsung direspon oleh petugas melakukan pembersihan oleh beberapa unit kapal milik sejumlah perusahaan yang dilengkapi alat operasi oil spill boom, skimmer dan dispersant.
"Insiden ini hanya skenario dalam simulasi nasional penanggulangan tumpahan minyak di perairan Dumai yang dilaksanakan Kementrian Perhubungan," kata Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Captain Bobby R Mamahit.
Dia menjelaskan, dalam simulasi National Marine Pollution Exercise (National Marpolex) tersebut diikuti 500 peserta dari sejumlah instansi, dan melibatkan 28 armada kapal patroli, evakuasi, helikopter dan lain sebagainya.
Tujuan pelatihan itu untuk mengevaluasi prosedur penganggulangan tumpahan minyak, uji coba kemampuan personel dan peralatan serta meningkatkan kerjasama dalam operasi pengamatan, pengamanan, pencarian dan pertolongan pemadaman kebakaran.
"Latihan ini juga untuk mendorong partisipasi dan keterlibatan stakeholder dari pengusahaan minyak, perusahaan pelayaran dan kegiatan lain di perairan," ungkapnya.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

