• Home
  • Maritim
  • Kapal Pukat Harimau Malaysia Terobos Perairan Bengkalis

Kapal Pukat Harimau Malaysia Terobos Perairan Bengkalis

Kamis, 12 Februari 2015 18:06 WIB
BENGKALIS - Empat buah kapal penangkap ikan jenis pukat harimau diduga kuat menerobos perairan Indonesia, tepatnya di perairan Selat Melaka di Kecamatan Bantan, Bengkalis. 

Keempat kapal yang berasal dari daerah Pontian negara Malaysia tersebut diduga melakukan penangkapan ikan pada zona 11 mil didalam perairan Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan langsung ketua Solidaritas Nelayan Kecamatan Bantan (SNKB) Abu Samah, Kamis (12/2/2015) terkait aksi penangkapan ikan (ilegal fishing,red) oleh nelayan asing di perairan kecamatan Bantan. 

Kapal pukat harimau tersebut diketahui berada di perairan dekat desa Muntai, kecamatan Bantan antara pukul 01.00 sampai pukul 05.00 WIB Kamis (12/2/2015) dinihari.

"Sejumlah nelayan Bantan yang menangkap ikan pada Kamis dinihari di perairan sekitar desa Muntai mengetahui adanya empat kapal pukat harimau yang diduga kuat berasal dari negara tetangga Malaysia. Hal itu juga diketahui dari radar, bahwa keempat kapal tersebut menebar jaring pada radius sebelas mill dari lepas pantai desa Muntai," ungkap Abu Samah.

Dikatakan, kejadian kapal nelayan asing masuk perairan Indonesia di jalur Selat Melaka sudah bukan hal baru lagi bagi nelayan dan masyarakat di kecamatan Bantan. Kapal nelayan asing tersebut menangkap ikan di dalam zona perairan Indonesia pada waktu tertentu, tidak setiap hari. 

Dalam sebulan ada beberapa hari tertentu kapal-kapal jenis pukat harimau menerobos perairan Bantan dalam radius tertentu dan itu sangat mudah diketahui. 

Untuk itu ia berharap pemerintah bersama aparat keamanan dapat mengambil tindakan tegas terhadap kapal nelayan asing yang sering mencuri ikan di perairan Bantan.

"Sekarang menteri perikanan dan kelautan sedang gencar-gencarnya menangkap kapal nelayan asing yang mencuri ikan di wilayah perairan kita. Kami dari nelayan Bantan mengimbau kepada Menteri Maritim, Menteri Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis serta TNI-AL maupun Polisi Perairan Polda Riau dan Polres Bengkalis dapat menangani pencurian ikan di perairan Bantan tersebut," harapnya.

Butuh Tindaklanju

Terkait masih berlangsungnya aksi pencurian ikan oleh nelayan asing di perairan Bantan, anggota DPRD Bengkalis dari Komisi II Fakhrul Nizam meminta kepada semua pihak terkait untuk dapat menindaklanjuti aksi pencurian ikan di wilayah Indonesia itu. K

eluhan masyarakat tersebut harus direspon, karena pencurian ikan di wilayah teritorial NKRI jelas mengganggu kedaulatan negara.

"Selaku mitra kerja dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bengkalis kita berharap ada tindaklanjut dari apa yang disampaikan oleh para nelayan di kecamatan Bantan tersebut. Tentunya DKP harus melakukan koordinasi dengan aparat keamanan, kementerian di Jakarta serta Pemprov Riau dalam penanganan masalah tersebut,"ujar Fakhrul.

(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Maritim
Komentar