• Home
  • Maritim
  • Konflik Jaring Batu, Satu Kapal Nelayan Asal Meranti di Bakar Massa

Konflik Jaring Batu, Satu Kapal Nelayan Asal Meranti di Bakar Massa

Kamis, 08 Desember 2016 21:26 WIB
BENGKALIS - Konflik antar nelayan jaring batu dengan nelayan jaring rawai Kecamatan Bantan kembali memanas.

Satu unit Kapal Motor nelayan asal Kabupaten Meranti dengan nama Gunung Lima GT 6 yang menangkap ikan di Kuala Muntai Dusun Tua Desa Muntai dibakar massa, Rabu (07/12/2016) sekitar pukul 15.30 Wib.

Informasi yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (08/12/2016) didapatakan bahwa pemilk kapal nelayan jaring batu asal Meranti tersebut bernama Bakri (48). 

Kejadian ini berawal ketika Bakri sedang menjaring ikan diperairan Muntai datang rombongan nelayan jaring rawai menggunakan 5 unit kapal motor. 

Tak lama berselang kapal motor Gunung Lima dibawa oleh nelayan jaring rawai ke tepi pantai dan pemilik kapal bersama rekannya dibawa ke kantor Desa Muntai. 

Setelah itu dilakukan pertemuan yang dihadiri dari Dinas Perikanan dan Kelautan Bnegkalis, KAdes Muntai, BPD, Babinkamtibmas dan Babinsa setempat. 

Setelah pertemuan dilakukan, kapal milik nelayan Meranti tersebut diamankan oleh masyarakat dan pemilki kapal diserahkan ke pihak Polsek Bantan,

"Usai dilakukan mediasi masyarakat yang diperkirakan 200 orang langsung berkumpul dan dalam kerumunan warga itu salah satu dari mereka melakukan pembakaran terhadap kapal motor tersebut dengan cara menyiramkan minyak Solar," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Terpisah Kapolsek Bantan, AKP Yuherman saat dikonfirmasi melalui telpon seluler mengatakan bahwa dalam penangan terhadap kejadian ini pihaknya telah melakukan pertemuan dengan nelayan jaring rawai dan meminta kepada warga untuk tidak kembali melakukan tindakan anarkis agar persoalan ini tidak bertambah meruncing.

"Kita sudah meminta kepada warga untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan persoalan ini harus segera diselesaikan agar tidak terjadi kembali hal yang serupa," kata Kapolsek.

Untuk mengantisipasi hal ini kata Kapolsek pihaknya sudah menenmpatkan kapal patroli Sat Pol Air diperbatasan perairan Desa Muntai, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar kapal-kapal nelayan jaring batu untuk tidak masuk ke wilayah perairan tersebut, sedangkan untuk penyelesaian kejadian ini masih menunggu instruksi dar Kapolres.

"Karena korban adalah nelayan jaring batu asal Kabupaten Meranti, kita masih menunggu instruksi dari pimpinan yang nanti berkoordinasi dengan Polres Meranti untuk penyelesaian masalah ini," kata Kapolsek.

(der/hrc)
Tags NelayanPelabuhan
Komentar