Meranti Ditargetkan Menjadi Pengekspor Ikan Laut
Kamis, 02 Oktober 2014 19:17 WIB
SELATPANJANG - Sejalan dengan komitmen menjaga laut dari ancaman pencemaran sampah atau limbah, Pemkab Kepulauan Meranti juga menargetkan Kabupaten termuda di Riau ini bisa menjadi daerah pengekspor ikan dari potensi kelautan di daerah ini.
Dikatakan Bupati Irwan, berternak ikan merupakan salah satu mata pencaharian yang mampu mendatangkan pendapatan ekonomi sangat luar bisa. Oleh karena itu, Masyarakat Kepulauan Meranti mesti kembali ke laut dan mengelola laut, sehingga laut dapat memberikan penghidupan yang layak bagi masyarakat.
"Lebih dari 50 persen daerah kita merupakan lautan. Bahkan seluruh wilayah kita dikelilingi oleh lautan. Maka dari itu sektor perikanan harus menjadi salah satu andalan. Jika kita mampu mengelola hasil laut dengan baik, maka nantinya kita menjadi daerah yang mampu mengekspor ikan ke luar negeri,” ungkap Bupati.
Menurut Irwan, budidaya keramba jaring apung menjadi salah satu formula dalam memperbaiki hasil tangkapan nelayan Kepulauan Meranti yang saat ini jauh menurun.
Kalau dulu dengan peralatan tangkap sedikit nelayan mampu mendapatkan ikan dengan jumlah yang baik dan melimpah. Namun saat ini setelah para nelayan dibekali peralatan yang mumpuni, malah hasil tangkapan para nelayan jauh menurun, yang salah satunya disebabkan pencemaran laut.
“Saat ini kita sedang melakukan proyek percontohan budidaya jaring apung. Sejalan dengan itu kita juga akan terus meningkatkan bantuan keramba dan alat tangkap kepada para nelayan. Memang belum seimbang, namun akan terus kita tingkatkan sejalan dengan upaya mengatasi pencemaran laut,” optimisnya.
Dikatakannya, dengan program budidaya jaring apung nantinya akan sejalan juga dengan pelatihan pemanfaatan dan pengelolaan kepada nelayan yang mengelolanya. Sehingga program budidaya jaring apung dapat berjalan maksimal, dan tentu saja memperbaiki hasil tangkapan para nelayan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Sudah lebih 60 tahun Indonesia merdeka, tapi nelayan kita belum bisa kaya. Padahal daerah kita memiliki potensi dibidang perikanan dan kelautan. Bahkan saya saja setelah menghitung-hitung hasil dari keramba jaring apung, ingin rasanya menjadi nelayan budidaya ikan jaring apung,” katanya. (fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kecelakaan Kapal Pekerja Migran di Pulau Rupat, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Pendidikan
Hari Pramuka ke-65, Logo dan Tema Resmi 2026
-
Politik
DPRD Riau Masuk Tahap Akhir Penanganan Parisman dan Indra Gunawan
-
Ekbis
BRK Syariah Didorong Jadi Mitra Perbankan Perusahaan di Riau
-
Pendidikan
Keracunan MBG di Dumai, 45 Siswa Dirawat
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?

