Pemprov Riau Kembangkan Pelabuhan Samudera Kuala Enok Jadi Pusat Ekspor
Kamis, 03 November 2016 11:41 WIB
TEMBILAHAN - Pemerintah Provinsi Riau merencanakan pengembangan Pelabuhan Samudera Kuala Enok, Kabupaten Indragiri Hilir menjadi dermaga utama di daerah selatan Provinsi Riau untuk pusat ekspor.
"Dengan adanya Pelabuhan Samudera Kuala Enok ke depan akan menunjang ekspor dari lima kabupaten sekitar wilayah Indragiri Hilir," kata Bupati Indragiri Hilir M. Wardan di Indragiri Hilir, Kamis.
Ia mengatakan hal itu usai mendampingi rombongan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kapolda Riau Brigjen Pol Zulkarnain, dan Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi melakukan kunjungan kerja ke kawasan Pelabuhan Samudera Kuala Enok Kabupaten Indragiri Hilir.
Wardan menyambut baik kunjungan tersebut dan telah memaparkan tentang situasi daerah setempat, termasuk tentang rencana pembangunan Pelabuhan Samudera Kuala Enok yang dibutuhkan demi pengembangan kawasan perdagangan wilayah setempat.
Ia juga bercerita tentang potensi pendapatan yang fantastis serta keuntungan bakal didapat dari Indragiri Hilir jika kembali menghidupkan Pelabuhan Kuala Enok.
"Bukan Inhil saja mendapat imbasnya, tetangganya seperti Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi juga turut terangkat perekonomian mereka," katanya.
Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi menyampaikan pesan agar masyarakat setempat memberikan dukungan untuk suksesnya pembangunan Pelabuhan Samudera Kuala Enok agar segera dapat direalisasikan untuk menunjang perekonomian Inhil.
"Rombongan kami ingin meninjau kondisi Pelabuhan Samudera Kuala Enok yang akan menjadi pelabuhan utama di daerah selatan Provinsi Riau," katanya.
Pada kesempatan sebelumnya, General Manager Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Tembilahan Mulyono mengatakan keuntungan yang akan didapat dari pembangunan Pelabuhan Samudera Kuala Enok melebihi 50 persen jika dibandingkan dengan kondisi saat ini.
Pelabuhan tersebut selama ini menjadi tempat bersandar dermaga Dumai.
"Dibandingkan dengan pelabuhan Dumai tentu berbeda. Jika dipersenkan bisa mencapai 60 persen keuntungannya," katanya usai rapat di Pemrov Riau, Rabu (14/9).
Potensi unggulan daerah setempat, sebagaimana dicatat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Said Syarifuddin, antara lain perkebunan kelapa seluas 439 ribu hektare dengan potensi produksi 4,5 miliar butir per tahun.
Komoditas kelapa, antara lain bisa diolah menjadi berbahan baku bricket, karbon aktif, kopra putih, virgin coconut oil, usaha kelapa integrited, usaha kelapa parut kering, pengolahan sabut kelapa, minyak makan, dan sabun.
(ant/ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
180 PMI Bermasalah Kembali Dipulangkan dari Malaysia Lewat Pelabuhan Dumai
-
Maritim
KSOP Dumai Gelar Bersih Pantai dalam Rangka Peringatan Harhubnas 2024
-
Ekbis
Aktivitas Bongkar dan Penyimpanan Rokok Gudang Garam di Dumai Resmi dan Legal
-
Traveler
Warga Indonesia Masuk Malaysia Tak Perlu Booster atau Tes Antigen
-
Hukrim
Masuk Daftar Cekal, Indonesia Tolak WNA Malaysia di Pelabuhan Dumai
-
Ekbis
PT Sari Dumai Sejati Bersama KSOP Dumai Latihan Exercise ISPS Code

