• Home
  • Nasional
  • IDI Menilai Data Kematian Pasien Corona Tidak Sesuai Fakta di Lapangan

IDI Menilai Data Kematian Pasien Corona Tidak Sesuai Fakta di Lapangan

Merdeka.com Sabtu, 18 April 2020 22:42 WIB
RS Darurat Penanganan Covid 19 Wisma Atlet.
JAKARTA - Pemerintah Indonesia kembali memperbarui data kasus positif Virus Corona atau Covid-19. Hari ini, orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 6.248 kasus dengan jumlah pasien 631 orang dan meninggal dunia 535 orang.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menilai data kematian akibat Covid-19 tidak sesuai temuan di lapangan. Sebab, angka kematian di rumah sakit dua kali lebih besar dibanding data yang dimiliki pemerintah saat ini.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih, memiliki keyakinan itu.

"Laporan dari rumah sakit memasukkan juga pasien meninggal saat dirawat dengan status PDP. Yang status PDP tersebut bisa jadi belum sempat diperiksa swab, atau sudah diperiksa tapi belum keluar hasilnya," kata Daeng kepada merdeka.com, Sabtu (18/4).

Selain itu, pemeriksaan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) belum dilakukan semua wilayah. 

Sehingga, kata dia, pasien dalam status PDP yang meninggal belum sempat dilakukan pemeriksaan secara PCR padahal itu sangat mempengaruhi akurasi data kematian dari virus ini.

Dia mendesak pemerintah segera memperluas dan memperbanyak tes PCR di seluruh provinsi. Daeng meyakini, pemerintah akan mendapat data akurat mengenai jumlah positif Covid-19 setelah memakai data ini.

"Perlu perluasan dan percepatan testing supaya datanya cepat didapat," kata dia.

Ditambahkan Wakil Ketua Umum PB IDI, Slamet Budiarto, data yang disampaikan pemerintah memang tidak secara tepat menggambarkan kondisi saat ini.

"Kalau tes PCR hasilnya 2 hari pasti hasilnya lebih besar dari sekarang," kata Slamet.

Saat disinggung mengenai perkiraan data pasien positif Covid-19 dan yang meninggal atas infeksi virus tersebut, Daeng dan Slamet sama-sama menegaskan tidak memiliki data pasti.

"Tidak ada. IDI kan tidak punya PCR," ucap Slamet.

Pemerintah Pastikan Semua Angka Kematian Tercatat

Terpisah, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, memastikan semua kasus kematian dicatat oleh pemerintah terlepas apapun penyebabnya. 

Namun untuk dipublikasikan, hanya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Alasannya, data tersebut juga akan dilaporkan pada organisasi kesehatan dunia (WHO).

"Kita hanya mencatat untuk Covid-19, karena ini juga menjadi laporan kita ke WHO," kata Yuri saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (18/4).

Tetapi, dia pastikan pemerintah juga mencatat kasus kematian orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Nantinya, setelah hasil tes terhadap mereka terkonfirmasi positif, dipastikan akan ditambahkan ke data kematian. "Betul," tegas Yuri.

Disinggung pernyataan IDI yang menyebut data kematian yang dimiliki pemerintah tidak akurat, Yuri enggan berkomentar banyak. "Tanya Pak Daeng saja, kok tanya saya," tegas Yuri.

12 Ribu Orang di Indonesia Berstatus PDP Covid-19

Juru Bicara pemerintah dalam penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini mencapai 12 ribu lebih. 

Jumlah ini setelah pemerintah menguji 45 ribu spesimen untuk deteksi Covid-19.

"Bahwa kita sudah melakukan pemeriksaan spesimen lebih di 45 ribu spesimen lebih. Dari pemantauan yang kita lakukan, ODP sudah lebih dari 176 ribu dan kemudian PDP ada 12 ribu," ucap Yuri, Sabtu (18/4).

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, jumlah detil PDP sebanyak 12.979 orang. Sementara ODP 176.344 orang.

Dari jumlah tersebut, Yuri berharap ada pengawasan ketat secara medis terhadap PDP.

"Kita berharap bahwa 12 ribu lebih PDP ini betul-betul dalam pengawasan yang ketat untuk kemudian kita perhatikan gejala klinisnya dan kemudian kita lakukan pemeriksaan PCR," ujarnya.

Bertambahnya jumlah PDP juga selaras dengan jumlah pasien yang sembuh.

"Provinsi yang kemudian jumlah pasien sembuhnya cukup banyak kita bersyukur ada 205 di DKI, 96 orang ada di Jawa Timur, 44 di Jawa Tengah, ada 43 di Sulawesi Selatan, ada 41 orang di Jawa Barat, total dari keseluruhan provinsi yang lainnya adalah sebanyak kasus sembuh sebanyak 631 orang," rinci Yuri.

Sementara itu, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 325 orang. Sehingga, total kasus positif di Indonesia menjadi 6.248 kasus.

Jumlah kasus sembuh hingga hari ini bertambah 24 kasus. Sehingga total pasien yang sembuh di seluruh provinsi Indonesia sebanyak 631 orang.

Selain itu, jumlah kasus meninggal dari kasus ini bertambah 15 orang. Semula, jumlah kasus meninggal positif Covid-19 sebanyak 520 orang, menjadi 535 orang.

Lebih lanjut, Yuri menuturkan sudah 45 ribu lebih spesimen telah dilakukan uji untuk mendeteksi sebaran virus Corona di Indonesia.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags IDIIkatan Dokter IndonesiaPB IDIVirus CoronaVirus Covid-19Virus Covid 19Virus Covid-19Virus Covid 19
Komentar