• Home
  • Hukrim
  • Bupati Kuansing Tersangka Suap dari Bos PT. Adimulia Agrolestari

Bupati Kuansing Tersangka Suap dari Bos PT. Adimulia Agrolestari

Wili Hidayat Rabu, 20 Oktober 2021 07:44 WIB
RIAUHEADLINE.COM - Kasus suap perpanjangan izin perkebunan sawit melilit Bupati Kuansing, Andi Putra. Ia di duga menerima suap sejumlah uang dari perusahaan PT. Adimulia Agrolestari.

Kini status tersangka tersemat kepada Bupati Kuansing, Andi Putra bersama Bos PT. Adimulia Agrolestari, Sudarso, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), usai giat operasi tangkap tangan.

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar menjelaskan kronologis penangkapan keduanya. Pada Senin (18/10) kemarin, KPK melakukan serangkaian penangkapan sebanyak delapan orang di Kuansing.

Delapan orang itu yakni, Bupati Kuantan Singingi Andi Putra; Ajudan Bupati Kuansing Hendri Kurniadi; Staf Bagian Umum Persuratan Bupati, Andri Meiriki; Supir Bupati, Deli Iswanto.

Kemudian dari perusahaan swasta ada, General Manager PT. Adimulia Agrolestari Sudarso. Kemudian, Senior Manajer PT AA, Paino; Supir PT AA, Yuda; Supir, Juang.

Operasi ini berawal dari tim Satuan Tugas KPK mendapatkan informasi Bupati Kuansing Andi Putra akan mendapatkan suap terkait permohonan atau perpanjangan Hak Guna Usaha/HGU dari perusahaan swasta. 

Hasil penyelidikan dilapangan, bahwa PT AA sedang mengurus perpanjangan sertifikat HGU yang mana dalam prosesnya perlu menyertakan surat persetujuan dari AP selaku Bupati Kuansing.

Kemudian pada Senin (18/10) pukul 11.00 WIB, tim KPK mendapatkan informasi Sudarso bersama Paino di duga membawa sejumlah uang untuk di serahkan kepada Bupati Kuansing Andi Putra.

Uang itu di serahkan keduanya di rumah pribadi Bupati Andi Putra. Setelah 15 menit kemudian, Sudarso dan Paino keluar dari rumah pribadi Bupati Kuansing Andi Putra.

"Setelah itu beberapa saat kemudian tim KPK segera mengamankan SDR (Sudarso), PN (Paino), YG dan Juang di Kuansing," katanya.

Tim KPK telah memastikan ada penyerahan uang kepada Bupati Andi Putra. Selanjutnya, tim KPK ingin menangkap Bupati Andi Putra. Namun, tak menemukan Andi Putra.

"Di peroleh Informasi AP (Andi Putra) berada di Pekanbaru. Sehingga tim KPK bergerak mendatangi rumah pribadi AP di Pekanbaru, namun AP tidak berada di tempat," ucap Lili.

"Tim KPK meminta pihak keluarga AP (Andi Putra) untuk menghubungi AP agar kooperatif datang menemui tim KPK yang berada di Polda Riau," kata Lili.

Tim Satgas KPK sempat menunggu Andi Putra di Polda Riau hingga yang bersangkutan menyerahkan diri. Setelah datang yang bersangkutan langsung diperiksa intensif.

"Setelah itu sekitar pukul 22.45 Wib, (Bupati Andi Putra), HK, AM dan DI mendatangi Polda Riau dan selanjutnya tim KPK meminta keterangan kepada pihak-pihak di maksud," ucap Lili.

KPK menemukan bukti petunjuk penyerahan uang Rp500 juta, uang tunai dalam bentu rupiah dengan jumlah total Rp80,9 juta. Lalu mata uang asing sekitar SGD1.680 dan serta HP Iphone XR.
Editor    : Wili Hidayat
Tags Andi PutraBerita KuansingBerita Riau TerkiniBupati KuansingKorupsiOTT KPK
Komentar