• Home
  • Nasional
  • Walikota Dumai Ikut Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan Tahun 2016

Walikota Dumai Ikut Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan Tahun 2016

Jumat, 20 Mei 2016 11:20 WIB
SURABAYA - Walikota Dumai Zulkifli AS mengikuti Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota Wilayah Barat Indonesia Tahun 2016 yang diselenggarakan Badan Ketahanan Pangan Nasional, Kementrian Pertanian RI.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (16-18/5) di Kota Surabaya, Jawa Timur secara resmi dibuka langsung oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Nasional Kementerian Pertanian RI selaku Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan Nasional.

Ia mengatakan bahwa salah satu tugas dari dewan ketahanan pangan itu adalah memastikan kestabilan harga pangan. Walaupun turun naik, namun bagaimana kenaikan harga itu wajar, syukur standarnya naik sedikit tetapi tidak melonjak yang bisa berdampak pada perekonomian yang lain, inflasi atau kesulitan masyarakat untuk memperoleh harga.

Dilanjutkannya, bahwa pertemuan ini sangat penting dilakukan sebagai forum dewan ketahanan pangan, karena pada prinsipnya ketahanan pangan nasional masih sangat tergantung pada tingkat ketahanan pangan propinsi, kabupaten/kota hingga kepedesaan.

"Bahkan kemandirian pangan itu sebenarnya masyarakat tingkat pedesaan, rumah tanggapun dipedesaan bisa berkonstribusi pada pencapaian kemandirian pangan, bagaimana upaya-upaya dipedesaan itu sendiri bisa mencukupi kebutuhan pangan masyarakatnya atau bahkan surplus. Surplus ini bisa dieksport kepedesaan tetangga, surplus kabupaten bisa dieksport kekabupaten/kota lainnya, surplus propinsi bisa dieksport ke propinsi lainnya," ujarnya.

Sidang Regional Ketahanan pangan tahun 2016 ini merupakan forum komunikasi antar dewan ketahan pangan antar kabupaten/kota dalam berbagai perspektif dalam melaksanakan program ketahanan pangan dan gizi diaerah.

Sehingga dengan pertemuan ini dapat memperkuat hubungan antar daerah, antar wilayah dalam menetapkan langkah strategis pembangunan pangan dan gizi untuk mendukung terwujudnya kedaulatan pangan sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-undang.

"Sebagaimana diketahui bersama bahwa tahun 2015 merupakan langkah awal upaya mewujudkan apa yang disebut sebagai sisteneable development gold. Dimana Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai tujuh belas tujuan dari sisteneable developmen golds yang telah ditargetkan hingga 2030 nanti," bebernya.

Tujuh dari tujuh belas tujuan sisteneabel developmen gols mengarah kepada peningkatan produksi pangan dan pemenuhan gizi masyarakat, jadi tidak berlebihan jika Indonesia menargetkan peningkatan produksi dalam negeri sebagai modal utama dalam pemenuhan ini, yang terus dikerjakan dalam berbagai aktivitas pembangunan sektor pangan.

Selama pelaksanaan Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan berlangsung dalam tiga hari tersebut dari tanggal 16-18 Mei 2016 banyak sekali membahas kendala-kendala yang terjadi disetiap daerah di Indonesia dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan.

Sehingga terus terjadi diskusi yang mengerucut kearah diambilnya beberapa kebijakan bersama dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan diantaranya, akan membawa masalah-masalah pangan selama diskusi pada sidang regional Dewan Ketahanan Pangan tersebut kepada Presiden RI selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan Nasional.

Terkait dengan ketersediaan dan kedaulatan pangan ini, Pemerintah Kota Dumai berkomitmen untuk melaksanakan dan mewujudkan itu semua demi kemajuan Kota Dumai dan kemakmuran, kesejahteraan masyarakat Kota Dumai.

Walikota Dumai Drs Zulkifli AS M.Si selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kota Dumai melalui Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan Kota Dumai Ir Dwi Orisyawan mengatakan, bahwa Dewan Ketahanan Kota Dumai telah melakukan langkah-langkah kongkrit terkait dengan ketersedian dan kedaulatan pangan ini.

Diantaranya terus melakukan koordinasi melaui rapat-rapat Dewan Ketahanan Kota Dumai, Turun kelapangan melakukan peninjauan akan ketersediaan pangan, meyakinkan bahwa bahan pangan yang beredar dimasyarakat terjamin ketersediannya, terjamin keamanannya (Sehat, halal dan tidak mengandung zat-zat yang berbahaya).

(rdk/rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar