- Home
- Pendidikan
- Baru 10 Persen Sekolah di Rohul Terima Buku Kurikulum 2013
Baru 10 Persen Sekolah di Rohul Terima Buku Kurikulum 2013
Kamis, 25 September 2014 15:24 WIB
ROKAN HULU - Baru 10 persen sekolah di Rohul, yang menerima buku Kurikulum 2013 dari pendistribusian Kementerian Pendidikan Nasional (Mendiknas) Republik Indonesia.
Itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Kadisdikpora) Rohul, HM Zen M.Pd, Kamis (25/9/2014). Sedangkan di Rohul sendiri, terdapat 148 ribu siswa yang seharusnya menerima 13 buku Kurikulum 2013.
HM Zen berharap, agar ke depannya pencetakan buku Kurikulum 2013 yang diterbitkan setiap smesternya, bisa dilakukan per daerah, sehingga pencetakan buku tersebut bisa terkoordinir dengan baik.
"Kita sangat kecewa dengan Mendiknas, karena pendistribusian buku Kurikulum 2013 dilakukan pusat hingga saat ini, baru 10 persen saja sekolah di Rohul yang mendapatkannya, sehingga berdampak terhadap efektifitas belajar mengajar,"kata HM Zen.
Bahkan terang HM Zen, kekurangan buku jadi permasalahan utama dalam penerapan Kurkiulum 2013, bagi sejumlah daerah di Rohul. Sehingga kini Disdikpora Rohul menanggung kekecewaan karena lambatnya distribusi buku Kurikulum 2013 oleh pemerintah pusat.
"Padahal keberadaan buku tersebut sangat penting, karena jadi acuan dalam pembelajaran Kurikulum 2013. Guna mengatasi kekurangan buku tersebut kita menginstruksikan kepada sekolah, untuk bisa memfoto copy buku Kurikulum 2013 sesuai jumlah per kolompok belajar, dengan menggunakan dana bantuan operasional sekolah,"ungkap HM Zen lagi.***(hrc-adi)
Itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Kadisdikpora) Rohul, HM Zen M.Pd, Kamis (25/9/2014). Sedangkan di Rohul sendiri, terdapat 148 ribu siswa yang seharusnya menerima 13 buku Kurikulum 2013.
HM Zen berharap, agar ke depannya pencetakan buku Kurikulum 2013 yang diterbitkan setiap smesternya, bisa dilakukan per daerah, sehingga pencetakan buku tersebut bisa terkoordinir dengan baik.
"Kita sangat kecewa dengan Mendiknas, karena pendistribusian buku Kurikulum 2013 dilakukan pusat hingga saat ini, baru 10 persen saja sekolah di Rohul yang mendapatkannya, sehingga berdampak terhadap efektifitas belajar mengajar,"kata HM Zen.
Bahkan terang HM Zen, kekurangan buku jadi permasalahan utama dalam penerapan Kurkiulum 2013, bagi sejumlah daerah di Rohul. Sehingga kini Disdikpora Rohul menanggung kekecewaan karena lambatnya distribusi buku Kurikulum 2013 oleh pemerintah pusat.
"Padahal keberadaan buku tersebut sangat penting, karena jadi acuan dalam pembelajaran Kurikulum 2013. Guna mengatasi kekurangan buku tersebut kita menginstruksikan kepada sekolah, untuk bisa memfoto copy buku Kurikulum 2013 sesuai jumlah per kolompok belajar, dengan menggunakan dana bantuan operasional sekolah,"ungkap HM Zen lagi.***(hrc-adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

