Disdik Riau Ragukan Kurikulum 2013 Pekanbaru-Dumai

Jumat, 29 Agustus 2014 15:30 WIB

PEKANBARU  - Dinas Pendidikan Provinsi Riau meminta 12 kabupaten/kota untuk mengindentifikasi keunggulan Muatan Lokal Kurikulum 2013. Pasalnya, ada dua daerah yang diragukan keunggulan muatan lokalnya.

Kedua daerah itu adalah Kota Pekanbaru dan Kota Dumai. Ini dikarenakan, Kota Pekanbaru dan Dumai merupakan Kota persinggahan yang penduduknya bermacam suku. Sehingga untuk mengunggulkan muatan lokal masih belum bisa dipastikan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Dr. Ir Dwi Agus Sumarno MM. M.Si saat penyelenggaraan rapat kurikulum 2013 terkait "Identifikasi Muatan Lokal" bersama pihak sekolah Kabupeten Kota si-Riau di Aula Disdik Riau.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Riau sudah melakukan identifikasi di seluruh Kabupaten/kota yang semuanya mempunyai keunggulan lokal sesuai daerah. Namun untuk Kota Pekanbaru dan Dumai masih diragukan karena belum tau apa yang akan diunggulkan.

"Misalnya kita lihat dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), daerahnya punya unggulan, seperti Silat Pangean yang sudah ternama untuk masyarakat Kuansing," katanya menimpali. 

"Sementara Pekanbaru dan Dumai masih diragukan apa yang akan dijadikan unggulan karena faktor penduduk yang 70 persen pendatang dari ber macam suku," terang Dwi mengatakan tidak mungkin masing-masing penduduk akan mengunggulkan ciri has asal daerah mereka.

Namun, lanjut Dwi, Pekanbaru dan Dumai kemungkinan besar akan ditonjolkan keunggulan teknologi. Dimana teknologi yang dihasilkan dan dimiliki Pekanbaru merupakan unggulan yang bisa diandalkan kedepan.

"Selaku termasuk Kota baru kita akan tonjol di daerah ini bidang teknologi yang dimiliki mereka, dimana bidang teknologi ini akan menjadi keunggulan pekanbaru dalam Muatan Lokal kurikulum 2013 mendatang," paparnya.

Lebih jauh kata Dwi, penyelenggaraan rapat identifikasi keunggulan Muatan Lokal yang diikuti seluruh pihak Sekolah selama 4 hari tersebut, diharapkan bisa berjalan sukses sesuai harapan. 

"Sehingga penerapan kurikulum 2013 sangat berpotensi didunia pendidikan. Dimana keunggulan lokal setiap daerah akan kembali mengukir nama sejarah daerah," ujar Dwi Sumarno mengakhiri.***(rpl-adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pendidikan
Komentar