• Home
  • Pendidikan
  • Mahasiswa Minta Polisi Periksa Sekko dan Kabag Kesra Dumai Soal Dana Beasiswa

Mahasiswa Minta Polisi Periksa Sekko dan Kabag Kesra Dumai Soal Dana Beasiswa

Kamis, 06 Oktober 2016 21:16 WIB
Roni Iriandani, mahasiswa Institut Agama Islam Tafqquh Fiddin (IAI TF) Dumai, terlihat sedang menyampaikan aspirasinya terkait dana beasiswa untuk mahasiswa.
DUMAI - Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Dumai meminta kepada aparat penegak hukum untuk memeriksa Sekretaris Kota (Sekko) Said Mustafa, terkait tidak cairnya anggaran beasiswa mahasiswa.

Roni Iriandani, mahasiswa Institut Agama Islam Tafqquh Fiddin (IAI TF) Dumai menegaskan adanya dugaan penyelewengan dana beasiswa yang digelontorkan pemerintah daerah melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Dumai.

"Kami sudah tiga tahun enam bulan tidak pernah menerima beasiswa dari Pemko Dumai. Padahal proposal yang kami ajukan tidak pernah kembali lagi ketangan. Kalau memang tidak ada kemana proposal itu," tegas Roni, menyampaikan aspirasinya, Kamis (6/10/16).

Dijelaskannya, pihak mahasiswa pernah melakukan audiensi bersama Walikota Dumai dan juga DPRD Dumai terkait permasalahan beasiswa yang telah diajukan, disaat itu dikatakan pimpinan daerah bahwa dana telah dicairkan.

"Kalau sudah cair mana dana beasiswa kami. Dari tahun 2013 hingga 2015 tidak kunjung diterima oleh mahasiswa Dumai. Kami mendugaan sudah ada dugaan penyimpangan di dana beasiswa ini," tegas kata Roni Iriandani.

Disebutkannya juga, mahasiswa yang telah mengajukan proposal baik dari kalangan berprestasi maupun yang kurang mampu sekitar 300 orang setiap tahunnya dari seluruh kampus yang ada di Kota Dumai. Tapi semua itu hanya sebatas mengajukan dan tidak ada dana beasiswa yang diterima mahasiswa.

"Dalam pertemuan dengan Walikota Dumai dan juga anggota DPRD Dumai, mahasiswa di beri janji dan disepakti dengan cara tertulis, pihak Pemko Dumai dan juga DPRD Dumai akan mencari berkas mahasiswa yang telah mengajukan proposal untuk dikembalikan. Tapi mana janjinya itu," katanya.

Diulang Roni lagi, ratusan mahasiswa yang mengajukan proposal bantuan itu mohon kirannya untuk dikembalikan lagi. Karena mahasiswa yang mengajukan proposal belum pernah menerima bantuan beasiswa tersebut dan tidak ingin dana pendidikan itu disalahgunakan. 

"Kami minta dikembalikan proposal itu sesuai perjanjian awal. Kami tidak ingin menjadi korban. Jika permasalahan ini tidak ada kejelasan, kita akan kembali dengan membawa massa yang lebih banyak lagi untuk menduduki Kantor DPRD dan Walikota Dumai," tegas Roni, diamini ratusan mahasiswa lainnya.

Sementara Teguh Hidayat, mahasiswa tingkat akhir IAITF Dumai dihadapan Walikota Dumai Zulkifli As, Ketua DPRD Dumai Gusri Effendi dan dihadapan anggota DPRD lainnya, meminta pemerintah segera merealisasikan dana beasiswa mahasiswa. 

"Proposal beasiswa sudah kita berikan kepada Bagian Kesra Pemko Dumai. Namun sejak 3 tahun 6 bulan kita menunggu, tidak ada hasilnya, maka dari itu kami datang kesini mumpung seluruh kepala daerah hadir," ujarnya. 

Ia melanjutkan, mahasiswa jangan diberikan janji, tapi bukti. Waktu 10 hari yang diinginkan diberikan agar DPRD dan Pemko Dumai bisa menyelesaikan permaslahan ini. "Kita hanya menuntut hak kita sebagai mahasiswa, terkait beasiswa," ujarnya. 

Zainal Abidin Wakil Ketua DPRD Kota Dumai sebagai pimpinan sidang, menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang sudah datang ke kantor lembaga wakil rakyat ini untuk menyampaikan aspirasi soal dana beasiswa. 

"Berikan waktu 10 hari ini untuk berunding dengan pemerintah kota Dumai guna membahas persoalan dana bantuan beasiswa yang selama ini didapat para mahasiswa Kota Dumai," kata Zainal Abidin, kepada ratusan mahasiswa. 

Aksi mahasiswa mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Meski berhasil menguasai gedung paripurna DPRD Dumai, aksi spontanitas yang dilakukan ratusan mahasiswa itu berlangsung kondusif. 

Sementara Walikota Dumai, Zulkifli AS meminta kepada para mahasiswa untuk bersabar mengenai dana bantuan beasiswa yang selama ini digelontorkan pemerintah daerah untuk menunjang pendidikan bagi putra-putri Kota Dumai. 

"Berikan waktu kami untuk menuntaskan masalah dana bantuan beasiswa bagi putra-putri tempatan ini. Biarkan kami mencarikan jalan keluarnya dan bisa disalurkannya kembali dana beasiswa ini," pinta Zul AS.

Adapun ratusan mahasiswa yang berhasil menguasai jalannya sidang paripurna RAPBD Perubahan 2016 terdiri dari kampus IAI TF Dumai, STT Dumai, STIA Langcang Kuning dan juga STMIK AMIK Dumai beserta oraganisasi kemahasiswaan seperti HMI Cabang Dumai, GMKI Dumai, PMII Dumai serta Satma PP Dumai.

(rdk/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Beasiswa
Komentar