- Home
- Pendidikan
- Tofel Minimal 450, USAID Ekspose Beasiswa S2 di AJI Pekanbaru
Tofel Minimal 450, USAID Ekspose Beasiswa S2 di AJI Pekanbaru
Kamis, 13 Februari 2014 09:23 WIB
PEKANBARU - Sebanyak 30 orang peserta tampak antusias mendengar pemaparan beasiswa luar negeri dari USAID Scholarship Prestasi Program yang digelar di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru, Rabu (12/2/14) kemarin.
Masing-masing peserta begitu termotivasi dengan kesempatan kuliah luar negeri, terlebih persyaratan yang dibutuhkan juga tidak begitu sulit. "Sebuah peluang menarik bagi kalangan profesional di Pekanbaru," ujar salah seorang Jurnalis Riau Bisnis.com, Arie Gunawan.
Menurut Arie, setelah mendengar informasi dari USAID, ia semakin termotivasi untuk bisa kuliah di Amerika, apalagi dia mengaku bisa mencapai syarat yang ditawarkan yakni skor minimal TOFEL 450. "Mudah-mudah impian saya ke Amerika terwujud," ujar pemilik TOFEl skor 500 ini.
Hal serupa juga dirasakan Mahasiswa UIN Suska Riau Lestari, dia merasa memperoleh banyak informasi soal beasiswa luar negeri. "Beasiswa luar negeri itu ternyata benar-benar ada, semoga saya bisa memenuhi persyaratan yang ditawarkan," harapnya.
AJI Pekanbaru bersama USAID menggelar diskusi sekaligus memaparkan cara mudah meraih beasiswa di luar negeri. Acara diadakan di Kantor AJI Pekanbaru, Rabu, 12 Februari 2013. Jalan Jalan Wiraswasta II No 33A, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, tepatnya di belakang asrama Baterai P, Panam.
Sebanyak 30 peserta hadir dari kalangan akademisi, organisasi wartawan, organisasi mahasiswa, Lembaga Kemasyarakatan dan mahasiswa.
USAID termasuk badan yang sering menyediakan beasiswa. Tahun ini saja melalui USAID Scholarship Prestasi Program, tuturnya, sedikitnya dicari sekitar 30 warga Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan. Sekitar 25 orang dibiayai ke Amerika Serikat dan 5 orang dalam negeri.
Recruitment and Outreach Specialist IIEF Prestasi, Wahono Kolopaking mengatakan, ada berbagai kemudahan bisa didapatkan melalui beasiswa ini. Siapapun bisa mengajukan aplikasi tanpa harus memiliki rekomendasi apapun.
Cukup memiliki TOEFL minimal 450, anak bangsa yang ingin melanjutkan studi lebih tinggi memiliki kesempatan besar. Apalagi sejak 2007, USAID tidak lagi membatasi penerima beasiswa dari kalangan akademisi.
Berbagai profesi bisa diterima asalkan memenuhi persyaratan. Minat mendapatkan beasiswa ini, lanjutnya masih berkisar sekitar seribuan orang per tahun. Tahun 2011 silam, aplikasi masuk mencapai 1.300 pelamar. Tahun 2012 lalu, sekitar 840 pelamar.
"Jumlah aplikasi yang masuk masih sekitar seribuan. Untuk tahun ini, permohonan aplikasi kita buka sampai 14 Maret," katanya.
Khusus USAID, lanjut Wahono, beasiswa diberikan secara penuh. Satu-satunya yang tidak ditanggung adalah biaya pembuatan paspor. Seluruh akomodasi maupun tunjuangan buku saat kuliah, dibiayai sepenuhnya. Termasuk ketika lolos menuju tahapan wawancara, biaya perjalanan menuju kota yang dituju ditanggung oleh USAID.
Apalagi jika harus dihadapkan dengan pelamar lain yang berasal dari Pulau Jawa. Keutamaan peserta daerah ini, dicontohkannya jika ada kesamaan prestasi antara peserta daerah dan Pulau Jawa, maka pilihan beasiswa diberikan pada pelamar daerah. Begitu juga bila ada pelamar wanita, lebih diutamakan peluang pelamar wanita daerah.
Wahono menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara transparan. Termasuk ketika wawancara tingkat regional, penguji juga diambil dari daerah setempat. Pakar dibidang tertentu akan menguji putra daerah "Jangan pantang menyerah. Peluang selalu ada. Jangan takut bersaing dengan pusat," katanya.
Bagi pelamar, lanjut Wahono, akan dicarikan universitas terbaik sesuai keilmuan mereka. Meskipun boleh mencantumkan universitas yang ingin dituju, USAID akan merekomendasikan tempat terbaik sesuai bidang pelamar. Pemilihan ini disesuaikan saran konsultan yang mencari tempat terbaik.
"Universitas, kalau sudah punya pilihan, bisa dicantumkan. Tapi tidak ada jaminan akan disana. Kita ada konsutlan dan akan carikan yang terbaik sesuai keilmuan dan ahli dibidangnya," ujarnya. ***(rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

