• Home
  • Pendidikan
  • Wabup Bengkalis Minta Pendidikan PAUD Terencana dan Holistik

Wabup Bengkalis Minta Pendidikan PAUD Terencana dan Holistik

Minggu, 10 Mei 2015 19:15 WIB
BENGKALIS - Wakil Bupati Bengkalis H Suayatno mengingatkan kepada para pelaku pendidikan anak usia dini (PAUD), bahwa pendidikan PAUD harus dipersiapkan secara terencana dan bersifat holistik. Hal itu penting agar dimasa emas perkembangan anak mendapatkan stimulasi yang utuh, sehingga mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak.

Pernyataan Suayatno itu disampaikan saat memberikan sambutan pada acara pelatihan kurikulum 2013 PAUD bagi tenaga pendidik PAUD se-Kabupaten Bengkalis, Minggu (10/5/2015). 

Kegiatan yang ditaja oleh himpunan pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Bengkalis tersebut mendatangkan narasumber Ketua Himpaudi Pusat Prof Dr Ir Hj Netty Herawati MSi dan dari Kementerian Pendidikan Nasional.

Suayatno mengatakan, seperti diketahui bersama, kurikulum 2013 PAUD diberlakukan mulai tahun ajaran 2014/2015. Kurikulum tersebut memenuhi dua dimensi, yaitu pertama, rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran. 

Sedangkan kedua cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran dan menerapkan kedua dimensi tersebut, seluruh pendidik dan pengelola PAUD harus memahami kerangka dan struktur kurikulum 2013 pendidikan PAUD agar dalam penyelenggaraan program PAUD sesuai dengan tujuan untuk mendorong perkembangan peserta didik secara optimal.

"Sehingga memberi dasar untuk menjadi manusia yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi  pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia," papar Suayatno.

Kurikulum 2013 sambung Suayatno, menjadikan peserta didik lebih senang dan antusias belajar dengan model pembelajaran berbasis aktivitas yang mengembangkan pengetahuan namun sikap dan keterampilan siswa. 

"Upaya pengembangan PAUD menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia  di daerah ini, menjadi satu kesatuan yang utuh dan penting dari seluruh upaya untuk mempercepat keberhasilan dan peningkatan kualitas pembangunan pendidikan, yang memang menjadi salah satu prioritas pembangunan dan jaminan kepada masyarakat di Kabupaten Bengkalis," ungkap Suayatno.

Sementara itu, Ketua Himpaudi Kabupaten Bengkalis, Hj Fatimah Johar mengatakan, dalam mengembangkan PAUD, peran orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan. Artinya, pendidikan PAUD tidak boleh hanya dibebankan pada lembaga PAUD saja, karena sebagaimana diketahui, bahwa pendidikan utama adalah pendidikan informal, yaitu pendidikan dalam lingkungan keluarga.

"Peran orang tua harus berada pada urutan pertama. karena orang tualah yang paling memahami anak-anaknya. Orang tua jugalah yang pertama kali mengetahui perubahan dan perkembangan karakter dan kepribadian anak-anaknya. Orang tua pula yang nantinya akan menjadikan anak-anak mereka seorang yang memiliki kepribadian baik atau  buruk," katanya.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari bertempat di Balai Diklat Jalan Kelapapati Darat Bengkalis. Peserta berasal dari Kecamatan Bengkalis 193 orang, Kecamatan Bantan 18 orang, Kecamatan Siak Kecil 129 orang, dan dari Bukit Batu 96 ditambah dengan  90 orang Peserta Pendidik dengan jumlah total 526 peserta.

(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar