Dihadapan Kader PKS, Gubri Sebut Pejabat Korup Rusak Imej Riau
Jumat, 24 Maret 2017 19:53 WIB
PEKANBARU - Sulit untuk dipungkiri bahwa image atau persepsi orang terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sempat kurang baik.
Banyaknya pejabat di lingkungan Pemprov Riau yang tersangkut kasus korupsi dan terpaksa mendekam di balik jeruji besi ditambah kasus kebakaran hutan dan lahan yang bertahun-tahun terjadi di Riau, seakan menegaskan bahwa Pemprov Riau memang tidak mampu bekerja dengan baik.
Kondisi yang memprihatinkan inilah yang dihadapi oleh H Arsyadjuliandi Rachman saat dirinya mendapat amanah sebagai Gubernur Riau.
Karena itu pula, menyadari kondisi yang tidak menggembirakan ini, pria yang akrab disapa Andi Rachman itu berusaha keras membalikkan image atau persepsi yang buruk itu.
"Tugas pertama saya adalah mengubah image Pemprov itu," ucap Andi saat berpidato di depan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sempena Rakorwil PKS Riau 2017 di Hotel Pangeran, Pekanabaru pada Jumat (24/3/17).
Rakorwil PKS nampak semarak karena dihadiri sejumlah nama yang digadang-gadang bakal mencalonkan diri sebagai Gubernur Riau pada Pilkada 2018, seperti Ketua Umum DPW Partai Demokrat Riau H Achmad, Bupati Siak H Syamsuar dan anggota DPD RI asal Riau Hj. Intsiawaty Ayus.
Gubri Andi nampak santai menyampaikan pidato di depan figur-figur yang bakal mencalonkan diri sebagai Gubri itu. Walau Syamsuar yang sudah sampai di tempat acara nampak tidak masuk ke ruang acara. Ia lebih memilih berada di luar hingga Gubri Andi meninggalkan tempat acara.
"Saya berbahagia ada di sini. Apalagi saya lihat banyak calon-calon Gubernur," ucapnya yang disambut derai tawa hadirin.
Andi lalu menceritakan bagaimana upaya dirinya selaku orang nomor satu di Riau membersihkan nama baik Pemprov Riau. Misalnya dengan melakukan kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk dengan Kejaksaan Tinggi Riau.
Andi juga menyebut bagaimana pihaknya meningkatkan akuntabilitas kinerja Pemprov Riau yang selama ini selalu mendapat nilai CC atau predikat rendah dari Kemenpan & RB. "Alhamdulillah setelah tujuh tahun, baru untuk 2016 Riau mendapat nilai B dari Kemenpan & RB," ucapnya.
Andi juga merasa bahagia karena setelah belasan tahun selalu dilanda kebakaran hutan dan lahan, tapi berkat kerja keras semua pihak, pada 2016 lalu karhutla di Riau bisa dikendalikan dengan baik.
Tidak saja kasus korupsi dan karhutla, Pemprov Riau juga diwarisi hutang yang cukup banyak, seperti harus membayar hutang Stadion Utama bekas PON Riau.
"Jadi kami ini, meneruskan aja. Disuruh bayar hutang, ya kami bayar," tandas Andi yang lagi-lagi disambut gelak tawa hadirin.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Abdul Wahid Bantah Perintah Setoran di Sidang Tipikor Pekanbaru
-
Hukrim
HAKORDIA 2025 di Yogyakarta Jadi Tonggak Baru Sinergi Nasional Lawan Korupsi
-
Politik
Profil Bupati Meranti Muhammad Adil yang Kena OTT KPK
-
Sosial
LINK Download Twibbon Hari Anti Korupsi Sedunia 2022 Gratis
-
Hukrim
Tersangka Korupsi Dana Zakat Baznas Dumai Tertangkap, Ini Sosoknya
-
Hukrim
Syamsuar Bungkam Perihal KPK Tahan Mantan Gubernur Riau Annas Maamun

