Fraksi DPRD Bengkalis Kecewa Dana Inbup Dipangkas Rp800 Juta
Rabu, 16 Desember 2015 19:25 WIB
BENGKALIS - Banggar DPRD Bengkalis akhirnya mengambil langkah dengan memotong (rasionalisasi) sejumlah anggaran kegiatan yang ada di struktur APBD tahun 2016.
Salah satu anggaran atau kegiatan yang terkena rasionalisasi adalah, dana Inbup-PPIP tahun 2016. Jika tahun sebelumnya dana Inbup per desa mencapai Rp 1 miliar, di tahun 2016 hanya tinggal Rp200 juta atau dipangkas Rp800 juta.
Pemotongan dana Inbup tersebut membuat sejumlah fraksi di DPRD Bengkalis kesal. Menurut mereka tidak seharusnya anggaran yang selama ini bersentuhan langsung dengan kebutuhan infrastruktur desa dipangkas begitu besar. Masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan rasionalisasi.
"Kami memaklumi memang terjadi defisit anggaran tahun 2016 ini dan salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah rasionalisasi. Tapi tak semua kegiatan bisa dirasionalisasi, kita lihat dulu skala prioritasnya. Selama ini kegiatan Inbup sangat dinantikan oleh masyarakat, karena mereka yang paling tahu kebutuhan infrastruktur di kampung mereka masing-masing," ujar Sekretaris Fraksi Gabungan Persatuan Nurani Bangsa, Irmi Syakip Arsalan S.Sos, Rabu (16/12/2015).
Diakui, dirinya memang tidak di Banggar, namun ketika muncul wacana merasionalisasi kegiatan Inbup dirinya sudah mewanti-wanti di kisaran Rp500 juta, tidak dipangkas sampai Rp 800 juta.
"Memang selain dana Inbup dari APBD kita, masih ada dari Provinsi sekitar Rp 500 juta dan APBN Rp600 juta. Tapi kalau pusat saja berani memberikan Rp600 juta, mengapa kita yang punya daerah yang lebih tahu dengan kondisi di desa-desa malah mengalokasikan hanya Rp200 juta," kesal pria yang akrab disapa Ikip ini.
Yang menarik di Inbup kata Ikip, penyaluran dana langsung ke desa dan kegiatan yang mereka lakukan berdasarkan hasil kesepakatan perangkat desa, sehingga kegiatan Inbup benar-benar tepat sasaran. "Kami tetap akan berusaha, agar kekurangan dana ini akan kembali dianggarkan pada APBD Perubahan nanti,"sebutnya.
Terkait pemangkasan dana Inbup hingga Rp800 juta, Ikip berharap masyarakat tidak resah dan tidak berfikir bahwa DPRD dan Pemerintah bakal menghapus kegiatan Inbup. Ikip bahkan menjamin tahun-tahun akan datang program Inbup tetap akan berjalan bahkan diupayakan ada penambahan.
"Terus terang ini sudah menjadi komitmen Bupati terpilih, program Inbup tetap akan berjalan dan diupayakan akan ada penambahan anggaran," sebut Ketua KNPI Bengkalis ini.
Ungkapan senada juga diampaikan Ketua Fraksi Golkar, Syahrial ST. Menurut ketua Komisi II ini, rasionalisasi memang harus dilakukan karena terjadi defisit anggaran. Hanya peroalannya, masih ada sektor lain yang bisa dilakukan rasionalisasi ketimbang Inbup desa, salah satunya kegiatan Inbup yang ada di Kecamatan dengan anggaran Rp3 miliar.
"Mengapa tidak Inbup di Kecamatan yang dirasionalisasi, lalu anggarannya diinfus ke desa. Wilayah pembangunan itu adanya di desa-desa bukan di Kecamatan, mengapa yang dirasionalisasi malah di desa," sesal Syahrial.
Sama seperti disampaikan Ikip, Syahrial bersama Fraksi Golkar dan teman dewan lainnya, aka sama-sama berjuang agar dana Inbup untuk masing-masing desa bisa kembali menjadi Rp 1 miliar. "Akan kita perjuangkan dalam pembahasan APBD Perubahan 2016 pada bulan Agustus mendatang, ini komitmen kami," ujar politisi asal Rupat ini.
(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Plt Sekda Bengkalis Hadiri Rapat Paripurna Laporan Reses Tahun 2017
-
Hukrim
Dugaan Penipuan, Oknum Anggota DPRD Bengkalis Dilaporkan ke Polda Riau
-
Politik
Sejumlah Kalangan Kritik Kinerja Oknum DPRD Bengkalis
-
Politik
Oknum Dewan Bengkalis Tertangkap Kamera Wartawan Tidur Pulas
-
Politik
DPRD Bengkalis Minta Pemkab Ajukan Perda Sesuai Skala Prioritas
-
Ekbis
DPRD Bengkalis Rekom Toko Modern Tanpa IUTM Tutup Sementara

