Penumpang Gelap Garuda Indonesia
Ketua DPRD Riau Minta Oknum Petugas Bandara Ditindak Tegas
Rabu, 08 April 2015 16:14 WIB
PEKANBARU - Lolosnya seorang penyusup ke bagian roda pesawat dan menjadi penumpang gelap dari Pekanbaru ke Jakarta, merupakan tamparan keras bagi pihak keamanan Bandara SSK II, Pekanbaru.
Atas masalah ini, Anggota DPRD Riau meminta kepada oknum-oknum yang terlibat untuk ditindak tegas. Demikian disampaikan Ketua DPRD Riau Suparman, kepada sejumlah awak media, Rabu (8/4/15). (Baca: Ibunda Mario Berharap Anaknya Tidak Dihukum dan Dibebaskan)
"Aksi Mario Steven Ambarita (21) yang kedapatan menyusup di pesawat GA 177 rute Pekanbaru-Jakarta menjadi tamparan bagi pihak keamanan Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru," kata Suparman.
Wakil rakyat di DPRD Riau menyarankan agar oknum yang bertugas di bagian keamanan agar bertanggungjawab dalam hal ini dan diberikan sanksi yang tegas terhadap mereka. "Jika perlu berhentikan mereka, jangan diberikan jabatan itu lagi terhadap mereka. Ini sangat memalukan dunia penerbangan di Riau," kata Suparman. (Baca: Calon Penumpang Minta Penjagaan Bandara SSK II Pekanbaru Diperketat)
Untungnya sebut politisi Golkar ini, Mario bukanlah tipikal orang yang mempunyai niat jahat kepada para penumpang pesawat atau dari kalangan teroris. "Seandainya ia orang-orang yang berkepentingan, katakanlah seperti teroris, maka ini akan mengkhawatirkan keamanan penumpangnya," sebut politisi asal Rokan Hulu ini.
Sebagaimana diketahui, Mario didapati petugas pemandu parkir pesawat berjalan terhuyung-huyung di apron Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng sekitar pukul 15.15 WIB, saat pesawat Garuda Indonesia dari Pekanbaru mendarat. Rupanya Mario baru keluar dari lubang roda belakang pesawat (main wheel). (Baca: Pengelola Bandara SSK II Pekanbaru Tunggu Hasil Investigasi)
Kondisinya saat didapati sangat lemah dengan telinga kiri berdarah dan jari-jarinya yang membiru. Mario lalu dibantu staf darat Garuda dan petugas ground handling Garuda, Gapura Angkasa, dibawa menuju ke Pos Kesehatan Bandara.
Mario berada di antara roda belakang pesawat Garuda hingga ketinggian terbang pesawat rute Pekanbaru-Jakarta maksimal 34 ribu kaki. Suhu di ketinggian tersebut biasanya mencapai nol derajat Celcius. Kasus ini masih ditangani otoritas bandara.
Sebagai data tambahan, gara-gara ini bertemu Presiden Jokowi, Mario Steven Ambarita, seorang penumpang gelap nekat bersembunyi di ruang roda pesawat Garuda Indonesia (GA-177) jenis Boeing 737-800 mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta usai terbang dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Selasa (7/4) kemarin.
Saat turun di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Mario sempoyongan dan terjatuh. Dia langsung dievakuasi oleh petugas bandara setempat menuju ke Kantor Kesehatan Pelabuhan di Terminal 2F untuk mendapati perawatan secara intensif.
Berikut kronologi petualangan Mario yang mengerikan itu:
1. Menurut Syahir, Mario diketahui berada di rongga ban pesawat ketika pesawat tersebut mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Selasa petang pukul 15.30.
2. Tubuh Mario membiru dan kondisi memprihatinkan keluar dari ban pesawat Garuda Indonesia tujuan saat mendarat di landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta. Bahkan ia sempat pingsan.
3. Mario langsung dibawa ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta untuk ditangani secara medis.
(rdk/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Ketua Pansus Sebut Deadline Penyelesaian RTRW Riau Belum Sampai Sebulan
-
Politik
Pansus RTRW Riau Tidak Akomodir Kepentingan Perusahaan
-
Politik
Hearing Empat Kabupaten, Pansus RTRW Riau Beberkan Perubahan
-
Politik
DPRD Riau Targetkan KUA PPAS Dibahas Agustus 2017
-
Politik
Ketua Pansus RTRW Riau Bantah Usulkan Tambahan Kawasan Hutan Diputihkan
-
Politik
Koordinator Pansus RTRW Riau Heran Ada Penambahan Lahan untuk Diputihkan

