Mutasi Bikin Kinerja Pejabat Pemko Dumai Loyo
Kamis, 30 Januari 2014 16:04 WIB
DUMAI - Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Dumai mengaku kehilangan gairah kerja, alias jadi loyo. Ini semua gara-gara pengaruh mutasi jabatan yang sering dilakukan kepala daerah ini. Namun, mereka mengaku pasrah dengan kebijakan yang dilakukan atasannya.
“Sejujurnya memang kita merasa percuma bekerja bersungguh-sungguh. Bagaimana tidak, kita sudah berusaha meningkatkan kinerja, tau-tau akhirnya juga diganti,” ujar salah seorang pejabat, yang tidak ingin disebutkan jati dirinya.
Menurutnya, mutasi jabatan yang dilakukan kepada daerah sering kali mengabaikan latar belakang pengalaman, pengetahuan, dan keahlian seorang pejabat. Akan tetapi faktor subjektif lebih mengedepan dari pada pertimbangan objektif karena faktor profesionalisme dan kwalitas seorang pejabat.
“Yang jelas, penempatan pejabat lebih tergantung kepada suka atau tidak suka, bukan dilakukan secara profesional dan proporsional,” ucap dia menanggapi keinginan Wali Kota Dumai Khairul Anwar yang akan melakukan mutasi jabatan dalam waktu dekat.
Mutasi jabatan yang dilakukan Khairul Anwar di awal kepemimpinannya sebagai Wali Kota Dumai pernah menimbulkan gejolak. Sebab, mutasi yang dilakukan dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu tidak sesuai dengan golongan dan kepangkatan.
Akibat pernyatan wali kota yang ingin melakukan mutasi, banyak pejabat yang pasrah dan tidak sedikit pula yang kasak kusuk melakukan lobi untuk mempertahankan jabatan atau mengincar jabatan tertentu. Mereka melakukan pendekatan dengan berbagai cara. Bahkan, ada yang meminta dukungan pihak-pihak lain untuk melobi wali kota agar mendapatkan jabatan tertentu.
Wali Kota Dumai Khairul Anwar baru-baru ini mengangkat isu mutasi jabatan ke permukaan, dengan dalih karena ada sejumlah pejabat yang tidak mampu mengaplikasikan visi dan misi wali kota dalam menjalankan amanah jabatan. Wako akan melakukan mutasi jabatan, dengan harapan supaya sasarannya membawa Dumai menjadi Kota Pengantin Berseri bisa terwujud.***(die)
“Sejujurnya memang kita merasa percuma bekerja bersungguh-sungguh. Bagaimana tidak, kita sudah berusaha meningkatkan kinerja, tau-tau akhirnya juga diganti,” ujar salah seorang pejabat, yang tidak ingin disebutkan jati dirinya.
Menurutnya, mutasi jabatan yang dilakukan kepada daerah sering kali mengabaikan latar belakang pengalaman, pengetahuan, dan keahlian seorang pejabat. Akan tetapi faktor subjektif lebih mengedepan dari pada pertimbangan objektif karena faktor profesionalisme dan kwalitas seorang pejabat.
“Yang jelas, penempatan pejabat lebih tergantung kepada suka atau tidak suka, bukan dilakukan secara profesional dan proporsional,” ucap dia menanggapi keinginan Wali Kota Dumai Khairul Anwar yang akan melakukan mutasi jabatan dalam waktu dekat.
Mutasi jabatan yang dilakukan Khairul Anwar di awal kepemimpinannya sebagai Wali Kota Dumai pernah menimbulkan gejolak. Sebab, mutasi yang dilakukan dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu tidak sesuai dengan golongan dan kepangkatan.
Akibat pernyatan wali kota yang ingin melakukan mutasi, banyak pejabat yang pasrah dan tidak sedikit pula yang kasak kusuk melakukan lobi untuk mempertahankan jabatan atau mengincar jabatan tertentu. Mereka melakukan pendekatan dengan berbagai cara. Bahkan, ada yang meminta dukungan pihak-pihak lain untuk melobi wali kota agar mendapatkan jabatan tertentu.
Wali Kota Dumai Khairul Anwar baru-baru ini mengangkat isu mutasi jabatan ke permukaan, dengan dalih karena ada sejumlah pejabat yang tidak mampu mengaplikasikan visi dan misi wali kota dalam menjalankan amanah jabatan. Wako akan melakukan mutasi jabatan, dengan harapan supaya sasarannya membawa Dumai menjadi Kota Pengantin Berseri bisa terwujud.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

