• Home
  • Politik
  • PDI Perjuangan Bakal Proses Ketua DPRD Dumai Soal Salon dan Miras

PDI Perjuangan Bakal Proses Ketua DPRD Dumai Soal Salon dan Miras

Jumat, 01 Januari 2016 13:02 WIB
DUMAI - Sekretaris PDI Perjuangan Dumai, Tito Gito menyayangkan sikap Gusri Effendi yang berada malam hari di salon. Lalu sempat bersitegang dengan petugas saat melakukan razia dan hendak mengamankan minuman dari salon milik istrinya tersebut.

"Ini jelas menyalahi etika. Kenapa seorang anggota dewan pada malam hari berada di salon. Seharusnya dewan menjadi contoh bagi masyarakat. Apalagi dia (Gusri Effendi) merupakan ketua DPRD Dumai dan wakil rakyatnya," tegas senior Politisi PDI Perjuangan ini, kemarin.

Oleh sebab itu, atas nama PDI Perjuangan, Tito minta maaf kepada masyarakat. Pihak DPC PDI Perjuangan tentu akan melakukan evaluasi terhadap Gusri Effendi, yang merupakan anggota DPRD dari PDI Perjuangan di Kota Dumai.

Bahkan dalam masalah ini, pihak partai tidak segan-segan memberi teguran keras kepada Gusri Effendi. Artinya PDI Perjuangan Dumai tidak akan membiarkan pelanggaran etika terjadi. Sehingga akan mencari tahu kebenaran dari masalah tersebut.

"Setelah libur tahun baru, kita akan lakukan pemanggilan terhadap Gusri Effendi. Kita akan lakukan evaluasi. Sebab ini sudah masuk ranah etika. Kami tidak ingin gara-gara oknum seperti ini citra Partai PDI Perjuangan menjadi buruh di mata masyarakat Dumai," papar Tito.

Sedangkan pihak Badan Kehormatan (BK) DPRD Dumai mengaku belum mengetahui adanya dugaan pelanggaran etika yang dilakukan Ketua DPRD Dumai, Gusri Effendi, Senin (28/12/2015) lalu. Gusri diduga pemilik salon dan karaoke yang juga terdapat minuman keras.

Sesuai hasil razia cipta kondisi yang dilakukan oleh pihak Polres Dumai saat itu, didapati sejumlah minuman keras jenis bir. Lalu temuan lainnya adalah salon itu diduga mengelola jasa karaoke. Padahal salon itu tidak mengantongi izin karaoke.

Ketika dirazia petugas, Gusri yang kebetulan di lokasi langsung melarang petugas saat menyita sejumlah bir dari salon tersebut. Terkait hal ini, Badan Kehormatan DPRD Dumai, Samuel Turnip mengaku belum bisa berkomentar. Pasalnya ia belum tahu persis permasalahan yang dialami oleh Politisi PDI Perjuangan itu.

"Saya belum terima laporan itu. Saya juga belum tahu apa yang dilakukan rekan saya di dewan. Jadi masalah ini kami belum bisa berkomentar banyak, karena kita belum tahu persis kejadiannya dan baru diketahui dari rekan-rekan media," kata Samuel Turnip, kepada awak media.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Dumai, Gusri Effendi sempat terlibat debat dengan petugas ketika salon usaha milik istrinya dirazia petugas kepolisian. Didapati miras dan temuan karaoke di salon hingga akhirnya membuat ketua DPRD Dumai itu meradang.

(rdk/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar