Pansus MY DPRD Bengkalis Nilai Ada Kesalahan Perencanaan
Rabu, 03 Agustus 2016 17:51 WIB
BENGKALIS - Panitia Khusus (Pansus) proyek Multiyears (My) DPRD Bengkalis menilai ada kesalahan dalam pembuatan perencanaan terhadap lima proyek My yang dijalankan Pemkab Bengkalis melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Banyaknya contract change oreder (CCO) yang dilakukan dinilai pansus sebagai bentuk kesalahan dari perencanaan yang dibuat sebelum pelaksanaan pekerjaaan dimulai.
Hal itu disampaikan ketua Pansus My Syahrial Basri ST terkait hasil rapat Pansus MY dengan menghadirkan Pengguna Anggaran (PA), Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) serta konsultan perencana dan konsultan pengawas pada Senin (01/08/2016).
Pansus menilai kejanggalan terbesar dari lima proyek yang sudah dikerjakan adalah banyaknya dilakukan CCO oleh Dinas PU Bengkalis, sehingga kualitas perencanaan yang dibuat menjadi catatan khusus bagi Pansus.
"Ada lima resume yang kita sampaikan terkait kelima proyek My yang dikerjakan Pemkab Bengkalis sepanjang tahun 2012 sampai tahun 2015 lalu. Pihak PA dan PPTK dari Dinas PU Bengkalis mengakui terjadi beberapa kali CCO terhadap kelima proyek tersebut, dan ini patut kita pertanyakan,"ungkap Syahrial, ketika dikonfirmasi hasil rapat pada Rabu (03/08/2016).
Disampaikan pria yang juga ketua Komisi II DPRD Bengkalis ini, untuk jalan lingkar Pulau Bengkalis terjadi beberapa kali CCO, dimana berdasarkan keterangan PPTK Pansus menyimpulkan ada persoalan di-perencanaan.
Jalan lingkar Pulau Rupat dari batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Pansus menilai PPTK proyek tersebut kurang menguasai temuan pansus di lapangan dan beberapa kali juga dilakukan CCO.
Demikian juga dengan jalan lingkar Duri Barat, dilakukan beberapa kali addendum CCO, perubahan trase yang sering dilakukan, serta adanya road crossing untuk pipe prudction yang sudah ada kesepakatan dengan pihak PT.Chevron, SKK Migas dan Pemkab Bengkalis.
Untuk jalan lingkar Duri Timur, PPTK juga kurang menguasai temuan pansus di lapangan, termasuk CCO yang dilakukan karena perencanaan yang tidak akurat serta kelemahan dari konsultan pengawas.
Pada jalan lingkar Bukitbatu-Siak Kecil, Syahril menyebutkan juga dilakukan beberapa kali addendum CCO. PPTK dinilai cukup menguasai temuan pansus yang juga menilai ada kelemahan dari perencanaan yang dibuat sehingga volume dan kualitas pekerjaan patut dipertanyakan.
Untuk kelima paket My yang menelan anggaran Rp 2,4 trilyun itu, harus ada komitmen untuk segera melakukan pemeliharaan terhadap item-item yang yang harus diperbaiki dengan segera.
"Dari rapat bersama pansus My dengan pejabat Dinas PU maupun konultan perencana dan pengawas disimpulkan bahwa kelemahan pada perencanaan awal merupakan salah satu penyebab dari buruknya kualitas pekerjaan di lapangan. Dan saat ini informasinya, kelima paket My itu masih dalam tahap audit oleh BPKP Riau,"tambah politisi Partai Golkar tersebut.
Ditambah Syahrial, berdasarkan informasi untuk jalan lingkar Pulau Rupat audit oleh BPKP mengalami penundaan karena ada beberapa hal.
Pansus My sendiri terus bekerja terkait persoalan proyek yang menggunakan dana APBD Bengkalis sejak tahun 2012 lalu, namun sampai sekarang mayoritas pekerjaan tidak tuntas dan diragukan dari kualitasnya.
"Intinya pansus MY tetap memiliki komitmen untuk menuntaskan persoalan My sesuai dengan tugas dan kewenangan DPRD sebagai fungsi sosial control terhadap pembangunan yang terjadi di Bengkalis,"tutup Syahrial.
(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Plt Sekda Bengkalis Hadiri Rapat Paripurna Laporan Reses Tahun 2017
-
Hukrim
Dugaan Penipuan, Oknum Anggota DPRD Bengkalis Dilaporkan ke Polda Riau
-
Politik
Sejumlah Kalangan Kritik Kinerja Oknum DPRD Bengkalis
-
Politik
Oknum Dewan Bengkalis Tertangkap Kamera Wartawan Tidur Pulas
-
Politik
DPRD Bengkalis Minta Pemkab Ajukan Perda Sesuai Skala Prioritas
-
Ekbis
DPRD Bengkalis Rekom Toko Modern Tanpa IUTM Tutup Sementara

