• Home
  • Politik
  • Reses Anggota DPRD Bengkalis, Azmi Rozali Kembangkan Seni Budaya

Reses Anggota DPRD Bengkalis, Azmi Rozali Kembangkan Seni Budaya

Minggu, 01 Mei 2016 13:02 WIB
BENGKALIS - Acara reses DPRD Kabupaten Bengkalis yang dilaksanakan oleh H Azmi Rozali melalui kegiatan program pengembangan seni budaya Pelatihan Produksi Film dan Sinetron mendapatkan apresiasi yang luar biasa.

Pelatihan yang digelar selama sepekan ini dimulai pada Minggu 24 April lalu dan berakhir Sabtu 30 April 2016, kemarin. Pelatihan yang diikuti sebanyak 48 peserta yang berasal dari berbagai kalangan berlangsung sukses dan lancar. 48 peserta ini dibagi menjadi tiga kelompok production house (rumah produksi).

Diantaranya, kelompok Kreatif Mati Production (KMP) dengan produksi film pendek "Mengael", Pancang Picture memproduksi film semi dokumenter "Pasek Gaseng", dan B'Kapoct (Budak Kreatif Production) dengan sebuah film pendek "Terlambatkah Aku". 

Ketiga film yang diproduksikan oleh peserta pelatihan ini akan diputarkan untuk umum sempena acara penutupan pelatihan di Dhani Hall Center Jalan Kelapa Desa Pakning Asal pukul 20.00 WIB.

Seorang peserta pelatihan kelompok B'Kapoct yang berasal dari Desa Senderak Kecamatan Bengkalis mengungkapkan merasa senang bisa mengikuti kegiatan pelatihan ini. Ia tak menyangka acaranya sungguh mengesankan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada narasumber Pak Nd Juaii M Usna dan Mirzal Apriliando khususnya kepada Pak H Azmi Rosali anggota DPRD Kabupaten Bengkalis daerah pemilihan Kecamatan Bukit Batu dan Siak Kecil yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti pelatihan ini," ungkap Rizi yang didampingi Putra Andika.

Warga masyarakat Desa Lubuk Garam Kecamatan Siak Kecil yang menjadi lokasi shooting film dokumenter "Pasek Gaseng" pun memberikan apresiasi yang luar biasa. Pemilik rumah yang dijadikan tempat berkumpul, Pak Maun dan Ibu Rubiah, juga dengan ikhlas menyiapkan makan siang bagi kru.

"Dilihat dari menumnya hanya sederhana, tetapi kami merasakan kelezatan masakan yang tiada tara. Putra pelajar di SMKN 1 Siak Kecil seorang kru kami pula yang sedang berduka karena neneknya meninggal dunia, setelah proses pemakaman segera ikut bergabung kembali bersama kru yang ada untuk melanjutkan proses shoting film ini," ungkap Dewi Roswita pimpinan rumah produksi Pancang Production yang pernah dibina oleh almarhum Dasri Al Mubari pula.

Sementara itu H Azmi Rozali anggota DPRD Kabupaten Bengkalis yang juga konseptor pelatihan berharap agar film hasil dari pelatihan ini dapat bersaing dengan film-film lain di ajang Festival Film Bandung, Jogja, Jakarta dan festival film lain yang sudah rutin dilaksanakan, baik tingkat nasional maupun internasional.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Datu Indra yang telah mendukung acara pelatihan ini menyiapkan tempat dan Iya Hole Center dan pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu. 

"Semoga ke depannya dukungan ini terus mengalir sehingga kreativitas anak-anak serta remaja dan adik kita para sineas muda mendapat tempat di hati kita semua. Hanya Allah SWT saja yang akan memberikan balasan atas dukungan semua pihak sehingga ianya bernilai ibadah bagi kita semua," ungkap Azmi Rozali bersemangat.

Apresiasi kegiatan pelatihan produksi film dan sinetron ini tidak hanya datang dari Kecamatan Siak Kecil, Bukit Batu, Kecamatan Bengkalis, Politeknik Negeri Bengkalis, Desa Senderak saja, tapi juga datang dari Kota Dumai. Dua remaja putri sineas dari Dumai bergabung di suatu sanggar dengan produksi filmnya Halimah. 

Meskipun baru bisa hadir di hari terakhir pada Sabtu (30/4/2016), mereka tetap meminta diberikan kesempatan untuk dapat bergabung bersama 48 peserta pelatihan. "Insya Allah pelatihan serupa akan dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Meranti serta di Kota Dumai," tambah Azmi Rozali.

Dari pantauan di lapangan, pada dasarnya ide memilih cerita para sineas muda ini cukup mengangkat tema yang sederhana namun ceritanya kuat menyimpan pesan moral. Ekspresi, alur cerita, setting lokasi, artistik, penataan busana, kameramen, musik, pemain figuran, dan hal-hal lain memiliki nilai jual. Di samping itu tetap memasukkan unsur seni budaya Melayu yang menjadi kearifan lokal di Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Bengkalis Negeri Junjungan.

"Alhamdulillah B'Kapoct dalam waktu dekat telah mendapat tawaran untuk memproduksi film dokumenter seorang warga Sungai Pakning tentang olahraga sepeda. Begitu juga Kreatif Mati Production (KMP) Insyaallah sesudah lebaran akan kembali memproduksi sebuah film berjudul Ketontong," terang Nd Juaii M Usna, lelaki paruh baya yang saat pelatihan anaknya harus menjalani operasi usus buntu.

(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar