• Home
  • Siak
  • Masyarakat Siak Rasakan Manfaat Program Jamkesda

Masyarakat Siak Rasakan Manfaat Program Jamkesda

Arif Rahim Kamis, 28 Desember 2017 10:09 WIB
SIAK - Siak salah satu dari Kabupaten / Kota di Provinsi Riau yang masih menerapkan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) untuk pelayanan kesehatan masyarakat. 

Program Jamkesda ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat Siak baik yang kurang mampu, maupun yang masyarakat yang tergolong kaya.

Masih diterapkannya program ini juga tak luput dari kebijakan Bupati Siak, Syamsuar yang ingin semua masyarakat Siak yang sakit dilayani dengan baik di Puskesmas, RSUD Siak maupun Rumah Sakit rujukan di luar Siak. 

Sementara Kabupaten Kota lainnya di Riau sudah lama mengalihkan Jamkesda ke BPJS Kesehatan. Hal itupun tak ditampik oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr Tonni Chandra saat dikonfirmasi wartawan. 

"Kepedulian Pak Bupati di bidang pelayanan kesehatan ini membuat kami OPD terkait, terus ingin meningkatkan mutu pelayanan kesehatan untuk seluruh masyarakat Siak," kata dr Tonni Chandra.

Dikatakanya, Kabupaten Siak juga sudah membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Jamkesda hanya bisa digunakan oleh masyarakat miskin atau kurang mampu. 

Namun hingga kini Perda tersebut belum juga diterapkan, mengingat masih banyak pertimbangan - pertimbangan terkait harapan Bupati Siak.

"Jadi orang yang tergolong mampu pun saat berobat ke Puskesmas atau RSUD Siak, masih dilayani tanpa dipungut biaya. Untuk Siak sendiri, Jamkesda ini masih akan diterapkan hingga 2019, sebelum nantinya masuk ke sistem JKN (Jaminan Kesehatan Nasional)," ucap dr Tonni di sela menghadiri Rapat Paripurna di kantor DPRD Kabupaten Siak, Rabu (27/12/2017).

Namun demikian, kata dr Tonni lagi, sekitar 50 ribuan lebih keluarga miskin di Kabupaten Siak sudah terdaftar di JKN yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan anggaranya bersumber dari APBN melalui Kementrian Sosial.

"Keluarga miskin yang terdata di Pusdatin (Pusat Data Informasi) itu segala biaya pengobatamnya akan ditanggung oleh Pemerintah melalui program Jamkesda. Tetapi kalau dia miskin dan tidak terdata di Pusdatin, itu akan ada tim yang turun melakukan verifikasi. Jika benar keluarga miskin akan ada surat keterangan miskinnya yang kemudian bisa dipakai untuk berobat," beber Tonni lagi.

Penyelenggaraan Jamkesda Siak ini beralur pada prinsip yang sudah ditetapkan. Antara lain, pelayanan kesehatan yang dilakukan menyeluruh atau komprehensif sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.

"Contohnya pada kasus yang perlu penanganan radioterapi bagi pasien kanker, juga dilakukan secara menyeluruh dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Termasuk dengan satu orang keluarga pendamping pasien, akan dibiayai oleh program Jamkesda Siak ini," kata Tonni lagi.

Prinsip selanjutnya adalah pelayanan kesehatan harus terstruktur dan berjenjang dan sesuai aturan yang sudah ditetapkan. Misalnya mulai dari puskesmas dan jaringannya, kemudian ke pelayanan kesehatan PPK I (RSUD Siak dan RSUD yang bekerjasama dengan Dinkes Siak) atas rujukan dari puskesmas.

Jamkesda Siak ini tentunya berujung pada harapan agar setiap warga Siak menjadi warga yang bebas kesehatannya, terlayani jika mengalami gangguan kesehatan serta peningkatan jasmani sehat dan kuat. Jika kesehatan sudah dimiliki, maka tujuan lain dari berbagai aspek dipastikan akan lebih mudah dicapai.

"Jamkesda ini anggarannya dari APBD Kabupaten Siak. Tahun ini dianggarkan cukup kecil dari tahun-tahun sebelumnya, namun tidak merubah mutu pelayanan kepada pasien. Pemkab Siak akan tetap berkomitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat," tutup dr Tonni.

(grc/arf)
Tags JamkesdaPemkab Siak
Komentar