• Home
  • Siak
  • Pusat Baru Wacana, Pemkab Siak Enam Tahun Sudah Jalankan Zakat PNS

Pusat Baru Wacana, Pemkab Siak Enam Tahun Sudah Jalankan Zakat PNS

Arif Rahim Senin, 12 Februari 2018 13:08 WIB
SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak rupanya sudah melakukan pemotongan gaji aparatur sipilnya sejak enam tahun lalu untuk zakat. Padahal Pemerintah Pusat baru mewacanakan pemotongan 2,5 persen gaji untuk zakat.

Bupati Siak Syamsuar mengatakan, hasil dan dana zakat yang dihimpun dari Gerakan Masyarakat Siak Berzakat (Gemar Siberkat) beberapa tahun terakhir untuk program pendistribusian dan pendayagunaannya diarahkan pada peningkatan kualitas kehidupan para mustahiq atau penerima zakat.
 
“Alhamdulillah setiap saat mengalami peningkatan dalam hal penyelesaian dan pengelolaan dana zakat di Kabupaten Siak hanya terkumpul Rp 450 juta per tahun,” kata Bupati Siak Syamsuar, Minggu (11/2).

Dalam pengelolaan dana zakat tersebut, melalui sarana pembuatan sanitasi sehat serta instalasi gratis untuk para mustahiq. Kemudian disalurkan melalui kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Siak dan Badan Amil Zakat Kabupaten Siak.

Syamsuar juga ganti letak fasilitas sanitasi sehat dan instalasi listrik gratis bagi penerima zakat di Kecamatan Mempura, Jumat (9/2) lalu.

Jumlah penyelesaian dana zakat tahun 2017 lalu bisa mencapai angka Rp 12 miliar. Dan itu disalurkan ke penerima zakat melalui beberapa program, termasuk pembuatan jamban, sanitasi, dan satu unit Rumah Layak Huni. Juga untuk pemasangan amper dan instalasi listrik gratis, dan lentera Listrik Mandiri Rakyat (Limar).

Memang hanya dilakukan zakat di lingkungan PNS dan masyarakat saja. Berkat kesungguhan ulama dan pengurus Baznas dalam memberikan pengertian kepada masyarakat, komposisi dana zakat terkumpul pun berubah. Beberapa profesi lainnya ikut memberikan zakatnya.

“Dahulu 80 persen dari dana zakat berasal dari zakat profesi ASN, dan 20 persen berumber dari zakat profesi lainnya. Sekarang zakat profesi ASN hanya berkisar 60 persen, dan persentasi saham zakat profesi lainnya sebanyak 40 persen dari masyarakat umum,” kata Syamsuar.

Menurut Syamsuar, kendati pola pembagian dana zakat terus berinovasi, namun pengelolaan dana zakat tetap harus sesuai dengan syariat. Dari dana zakat konsumtif dan beberapa program lainnya, beragam program untuk mustahiq dilaksanakan.

“Kami bersyukur saat ini ada peningkatan kesadaran masyarakat dalam berzakat, terakhir kami baru-baru ini mencanangkan zakat pertanian bagi petani padi, disamping bagi petani sawit yang sudah berjalan. Program zakat ini sangat membantu penanggulangan masyarakat miskin di Kabupaten Siak,” pungkas syamsuar.

(mdk/mdk)
Tags Bupati SiakPemkab SiakZakat PNS
Komentar