63 Panwascam dan 614 PPL Kampar Ikuti Bimtek Pilpres
Senin, 07 Juli 2014 18:04 WIB
BANGKINANGKOTA - Sebanyak 614 Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) dan 63 orang Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) se- Kabupaten Kampar mengikuti Bimbingan Teknis pengawasan Pemilihan umum Presiden dan wakil Presiden tahun 2014.
Bimtek Pilpres tahun 2014 yang diikuti PPL dan Panwascam se-Kabupaten Kampar ini di laksanakan di Kampus Politeknik Kampar jalan Lingkar Bangkinang Senin (7/7/14).
Ketua Panwaslu Kabupaten Kampar, Edwar yang didampingi Syawir Abdullah dan Afrizal, saat membuka Bimtek Pilpres tahun 2014 tersebut mengintruksikan kepada Pengawas Pemilu Kecamatan dan Pengawas Pemilu Lapangan se- Kabupaten Kampar, untuk melakukan pengawasan melekat dalam pelaksanaan Pemilu Presiden dan dan Wakil Presidetahun 2014 ini.
“Saya ingatkan bahwa pada pelaksanaan Pilpres ini pengawasan melekat wajib dilaksanakan oleh pengawas Pemilu di abupate Kampar ini, mulai masuknya hari tenang, pemungutan dan rekapitulasi penghitungan suara, serta pergerakan kotak suara mulai tingkat KPPS, PPS hingga ketingkat PPK wajib diawasi”,tegasnya .
Menurutnya hal ini wajib dilakukan karena Pemilu preseden dan wakil presiden tanggal 9 Juli 2014 ini merupakan momentum penting bagi segenab rakyat dan bangsa Indonesia untuk menentukan pemimpin Indonesia ini lima tahun kedepan.
Tentunya tantangan terbesar pasti akan dihadapi jika ingin mewujudan pemilihan presiden dan wakil presdien secara lansung, jujur, adil, berintegritas dan demokratis untuk menjadi barometer penentu kadar demokrasi di Indonesia.
Edwar sampaikan bahwa Pilpres ini akan lebih dinamis dibandingan dengan pemilu legislative dan pilpres tahun tahun sebelumnya, karena kontestan yang maju adalah figure baru dan bukan dari incumbent dan hanya terdapat dua pasangan. Sehingga potensi konplik tidak hanya berada pada tingkat elit saja, tetapi juga potensi konfilk horizontal juga kemunginan terjadi ditingat grass root dengan cukup tingggi. Justru itu jajaran pengawas di Kabupaten Kampar, baik Panwascam maupun PPL harus mendapatan penguatan dalam menjalan tugas dan peran pengawasan pemilu.
Hal ini menurutnya dipandang sangat perlu, karena berkaca pada pengalaman pileg yang lalu, tantangan terbesar dihadapi oleh jajaran pengawas pemilu ditingkat PPL dan Panwascam adalah proses pemungutan suara, baik pada masa persiapan dihari tenang maupun pada saat pemungutan suara, banyak diwarnai berbagai bentuk pelanggaran mulai dalam bentuk intimidasi, politik uang, dan pelangaran hak pilih dan juga proses konversi suara (penghitungan perolehan suara dan rekapitulasi perolehan suara) yang sering diwarnai dengan pelanggaran dalam bentuk manipulasi penghitungan suara yang sering diwarnai dengan aroma suap menyuap dan vote buying.
Indikasi utama yang terlihat disebabkan karena integritas penyelenggara pemilu dan pengawas pemilu yang kemungkinan saja masih lemah yang akhirnya menyebabkan banyaknya tudingan yang menyebutkan bahwa mereka bermain curang dan bertindak culas untuk mengatur perolehan suara demi memenangkan salah sorang calon.
Hampir dapat dipastikan bahwa tanpa pengawasan yang cermat dan teliti dari pengawas pemilu maka kecurangan tersebut bisa saja terjadi pada pilpres tahun 2014 ini.
Untuk itu Panwaslu Kabupaten Kampar perlu memberikan perhatian lebih kepada jajaran untuk lebih memantapkan integritas pengawas pemilu melalaui bimbingan teknis pengawasan pemilu tahun 2014 yang diselenggaran saat ini,"tutur Edwar.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

