• Home
  • Sosial
  • BPTP Riau Lakukan Ujicoba Varietas Bawang Merah di Sungai Geringging

BPTP Riau Lakukan Ujicoba Varietas Bawang Merah di Sungai Geringging

Kamis, 10 Juli 2014 16:39 WIB

KAMPAR KIRI - Tertarik sekaligus mengagumi ide brilian Bupati Kampar, H. Jefry Noer yang dengan penuh kesungguhan dan rasa percaya diri yang tinggi melakukan usaha budidaya tanaman bawang merah dengan luas 13 Ha, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Riau menindaklanjutinya dengan mengadakan penelitian dalam bentuk ujicoba 4 (empat) varietas bawang merah untuk dataran rendah. 

Saat ini kegiatan ujicoba 4 varietas bawang merah untuk dataran rendah yang berlokasi di areal persawahan irigasi di Desa Sungai Geringging Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar pada areal seluas lebih kurang 2 Ha tersebut telah dimulai dengan melibatkan secara langsung para peneliti dari BPTP Riau dan sekaligus melibatkan para penyuluh pertanian dan para petani setempat. 

Demikian diungkapan Kepala BPTP Riau, Masganti melalui Suhastika dan Jarkoni yang tak lain adalah dua peneliti senior di BPTP Riau yang sekaligus merupakan bagian dari tim peneliti uji varietas bawang merah yang berlokasi di Desa Sungai Geringging ketika ditemui di Sungai Geringging kemaren Kamis (10/7/14). 

Ditambahkan Jarkoni dan Suhastika bahwa sasaran dari kegiatan penelitian uji varietas untuk 4 varietas bawang merah tersebut adalah untuk mendapatkan varietas bawang merah yang cocok untuk dibudiyakan secara spesifik lokasi. 

Sedangkan dasar penetapan lokasi uji varietas bawang merah di Kabupaten Kampar adalah karena Pemkab Kamar mempunyai obsesi besar yakni menjadikan Kabupaten Kampar sebagai sentra bawang merah di Pulau Sumatera. 

Dan dalam realitanya Pemkab Kampar mengundang secara langsung pihak BPTP Riau untuk melakukan penanaman perdana dan panen perdana bawang merah dengan luasan seluas 13 Ha baru-baru ini ada tepatnya pada tahun 2014 ini. 

Hasil penanaman bawang merah yang dilakukan Pemkab Kampar tersebut ternyata hasilnya cukup baik, namun produksi yang dicapai sesungguhnya masih dapat lebih ditingkatkan lagi sehingga keuntungan yang akan dinikmati petani bawang di Kampar akan lebih besar. 

Untuk kegiatan penelitian uji varietas bawang merah ini, para peneliti BPTP Riau menggunakan bibit berupa umbi bawang. Atau tepatnya, jenis bibit yang ditanam Pemkab Kampar dan telah dipanen juga berasal dari umbi bawang. 

Namun sebenarnya, pihak peneliti dari Departemen Pertanian RI, juga telah menemukan pembudidyaan bawang merah dengan menggunakan biji bawang dan bawang hasil budidaya dari biji tersebut dikalangan petani bawang di Pulau Jawa menyebutnya dengan nama bawang tuk-tuk yang umbinya tunggal dan mirip dengan bawang bombay, ujar Jarkoni seraya menambahkan bahwa pada uji varietas ini sekaligus juga dilakukan uji adaptasi, ketahahan terhadap hama dan penyakit dan lainnya. 

Hanya saja penggunaan biji tersebut menyebabkan pertambahan umur tanam sampai panen dari bawang yang ditanam. Bila ditanam dengan umbi maka bawang dapat dipanen pada umur 55-60 hari dari sejak ditanam. 

Sedangkan bila menggunakan biji, bawang baru dapat dipanen pada umur 90-95 hari, ujar Kepala Desa Sungai Geringging Busmaini dan para petani dari Desa Sungai Geringging yang kemaren juga berada di lokasi uji varietas bawang tersebut. 

Secara terpidsah Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar, H. Cokroaminoto, ketika dihubungi melalui telepon seluleranya membenarkan adanya kegiatan uji varietas bawang merah tersebut dan ia mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak BPTP Riau yang secara langsung juga telah membantu program Pemkab Kampar dalam pembudidayaan bawang merah untuk peningkatan pendapatan dan peningkatan kesejahteraan petani, ujarnya singkat.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar