• Home
  • Sosial
  • Razia PNS Nongkrong Warung Kopi Nihil di Dumai

Razia PNS Nongkrong Warung Kopi Nihil di Dumai

Kamis, 10 Juli 2014 16:05 WIB

DUMAI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Dumai melakukan razia disiplin aparatur pemerintah di saat jam kerja yang berada di warung kopi. Ini dilakukan menindaklanjuti laporan dari masyarakat terhadap kinerja PNS yang banyak menghabiskan waktunya di warung kopi, Kamis (10/7/14).

Razia yang dipimpin langsung Kakan Satpol PP Bambang Wardoyo bersama jajaran pegawai BKD Dumai tidak menemukan adanya abdi negara yang kedapatkan bolos kerja dan nongkrong di warung kopi. Adapun lokasi yang menjadi sasaran razia itu diantara mulai dari jalan Sultan Syarif Kasim, Diponegoro, Ombak dan Jalan Sudirman.

Sedangkan untuk nama kedai kopi yang disinyalir banyak dijadikan tempat nongkrong oleh oknum PNS itu diantaranya, kedai kopi Bahagia, Kedai Sari Wangi, Kedai Kopi Cangkir Emas, Kedai Kopi Dumai, Kedai Kopi Aquang, Kedai Kopi Bintang, serta kedai kopi lainnya. Razia untuk disiplin PNS itu sudah yang kedua kalinya dilakukan pada bulan puasa Ramadhan 1435 H.

Kepala Kantor Satpol PP Dumai Bambang Wardoyo ketika dikonfirmasi pada razia mengatakan, bahwa kegiatan hari ini tidak menemukan hasil terhadap PNS yang kedapatan bolos kerja dan nongkrong di warung kopi. Namun demikian, pihaknya akan terus memantau sejumlah tempat kedai kopi yang dinilai kerap dijadikan tempat mangkal kalangan abdi negara.

"Kita akan terus memantau sejumlah tempat yang dinilai kerap dijadikan untuk nongkrong menghabiskan waktu kerja bagi PNS. Jadi selama dua kali razia ini kita belum puasa, karena belum ada yang kendapatan sedang nongkrong di warung kopi. Kami juga tidak akan diam saja, akan kami intai seluruh kedai kopi setiap paginya," ungkap Bambang Wardoyo.

Dijelasakan Bambang, mudah-mudahan dengan ketidak adanya PNS yang nongkrong di warung kopi pada waktu kerja merupkan kesadaran oknum tersebut sebagai pelayan masyarakat yang baik dan benar. Tidak adanya PNS yang terjaring razia ini merupakan sebuah kemajuan kesadaran yang cukup tinggi, dibandingkan dengan bulan suci Ramadhan tahun lalu terdapat 18 PNS yang terjaring razia.
 
"Sidak yang sudah dilaksanakan untuk kedua kali ini nihil. Dan saya berharap bahwa ini adalah memang sungguh-sungguh dari kesadaran pribadi, bukan kucing-kucingan karena kita harus saling menghargai. Seandainya ditemukan juga seorang PNS non muslim tentu akan tetap ditindak, karena ini masih dalam lingkup jam dinas atau untuk bekerja melayani masyarakat," tegasnua.

Bambang juga memiliki setrategi khusus untuk menjaring PNS di warung kopi. Salah satunya yaitu, menurunkan anggota lebih awal dengan menggunakan sepeda motor ke beberapa titik yang banyak dijadikan tempat untuk para abdi negara menghabiskan waktu kerjanya di warung kopi. Dengan cara ini menurutnya lebih tepat dalam menjaring PNS membandel.

Kemudian bagi kedai kopi yang buka langsung diingatkan untuk memberi label maupun sticker non muslim. Agar masyarakat juga mengetahui bahwa kedai kopi tersebut diperuntukkan kepada kaum non muslim. Namun demikian, Bambang mengaku, sampai sekarang belum ditemukan kedai kopi yang menjalankan himbauan tersebut, tapi sangat disarankan untuk kedepannya dapat menjalankan imbauan tersebut.
 
"Saya sangat menyayangkan kedai kopi atau rumah makan non muslim yang belum juga menjalankan himbauan yang diberikan, dan saya juga menyarankan untuk tahun depan Kesejahteraan Sosial (Kesra) atau yang bersangkutan untuk membuatkan label tersebut. Agar masyarakat mengetahui bahwa itu hanya diperuntukkan untuk kaum Non Muslim," tutupnya.***(via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar